Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wali Kota di Filipina Tewas Ditembak "Sniper" Di Tengah Upacara Bendera

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 03 Juli 2018 |18:55 WIB
Wali Kota di Filipina Tewas Ditembak Sniper" Di Tengah Upacara Bendera" />
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

MANILA – Seorang wali kota Filipina tewas diterjang peluru saat menghadiri upacara bendera pada Senin. Dia diduga menjadi korban dalam perang melawan narkoba yang dijalankan Presiden Rodrigo Duterte.

Antonio Cando Halili terkena tembakan di dadanya saat dia dan pegawai pemerintah lainnya menyanyikan lagu kebangsaan di Kota Tanauan, Provinsi Batangas. Berdasarkan rekaman video penembakan yang viral di media sosial, suara tembakan terdengar saat lagu kebangsaan dimainkan, disusul dengan jeritan dan kepanikan.

BACA JUGA: Wali Kota yang Terdaftar sebagai Tersangka Narkoba Duterte Tewas Didor Polisi

"Kami terkejut, kami sedih," kata Wakil Wali Kota Jhoanna Vilamor yang berdiri di samping Halili sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (3/7/2018).

Penyelidikan polisi menunjukkan senapan berkekuatan tinggi digunakan dalam penembakan Senin itu.

Halili merupakan pendukung setia perang melawan narkoba yang dijalankan Presiden Rodrigo Duiterte. Dia dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan “walk of shame” yang mengarak dan memamerkan para pengedar obat terlarang mengelilingi Kota Tanauan.

Meski begitu, Halili juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai perang yang dilakukan Duterte yang dianggapnya telah menewaskan terlalu banyak orang. Dia meyakini, target utama perang itu seharusnya berfokus pada para bandar besar narkoba atau akan ada “ribuan orang yang terbunuh”.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement