nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suhu Yogya Dingin 18 Derajat Celcius, Mirip Bandung yang 16,4 Derajat Celcius

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 16:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 06 510 1918920 suhu-yogya-dingin-18-derajat-celcius-mirip-bandung-yang-16-4-derajat-celcius-FUx1dOPk6c.jpg Ilustrasi Yogyakarta (Foto: Ist)

SLEMAN – Penurunan suhu udara ternyata tidak hanya terjadi di Bandung yang mencapai 16,4 derajat celcius. Namun, juga terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), suhu udaranya cukup dingin, bahkan mencapai 18 derajat celcius.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatografi dan Geofisika (BMKG) DIY, Djoko Budiyono mengatakan, dinginnya suhu udara di DIY karena saat ini sedang memasuki musim kemarau. Suhu akan terasa lebih dingin pada malam hari dan tercatat hanya 18 derajat celcius.

“DIY sudah memasuki musim kemarau, yang ditandai suhu yang dingin ini,” ujar Djoko dalam keterangan persnya, Jumat (06/07/2018).

 BMKG

Saat musim kemarau, kata dia, energi panas matahari akan terpantulkan dari bumi langsung hilang di atmosfer. Ini disebabkan rendahnya kandungan uap air di udara. Kondisi ini semakin dipengaruhi adanya angin dari Australia yang bersifat kering dan dingin.

“Angin dari Australia yang bertiup juga kering dan dingin,” imbuhnya.

Perubahan cuaca ini ternyata berdampak terhadap produksi ikan dan mundurnya masa panen. Kondisi diperparah dengan harga pakan yang terus melonjak naik.

“Kalau dingin seperti ini nafsu makan ikan, Kalau dihitung konversi pakan dengan produksi tidak ketemu,” jelas Wagiran, Ketua kelompok Pembudidaya ikan (pokdaka) Trunojoyo, Wates.

Menurutnya, kondisi ini akan menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lebih lambat. Jika sebelumnya ikan lela bisa dipanen pada usia 60 hari, dalam kondisi cuaca dingin bisa menjadi 90 hari. Kondisi yang sama juga akan terjadi untuk ikan lain seperti lele, maupun gurameh dan patin.

“Panennya pasti akan mundur,” tandasnya.

 Yogyakarta

Cuaca dingin, imbuhnya, juga akan menjadikan pertumbuhan banteri parasit lebih cepat. Jika dibiarkan bakteri ini akan mengganggu pertumbuhan ikan. Kondisi akan berbeda saat musim panas dan pertumbuhan bakteri menjadi lebih lambat.

“Untuk mengantisipasi kita berikan upaya preventif dengan menambah vitamin” jelasnya.

Peternak ikan, kata dia, saat ini juga sedang mengeluhkan tingginya harga pakan ikan. Dalam sebulan ini terjadi kenaikan harga pakan ikan antara Rp12.000 sampai dengan Rp16.000 per zak.

Kasi Produksi Budidaya Ikan, Dinas Kelautan dan perikanan Kulonprogo Wakhid PS mengatakan kondisi musim yang cukup dingin sangat berpengaruh terhadap kondisi ikan budidaya. Dampaknya akan terasa pada tingkat produksi ikan.

“Kalau suhunya dingin, ikan itu makannya akan turun dan jamur juga lebih cepat berkembang,” terangnya.

Petani ikan, sudah lebih paham dengan cuaca. Dalam kondisi dingin seperti ini mereka memilih menunda untuk menebar benih. Biasanya yang menebar 200 per meter hanya akan menebar 100 per meter.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini