Nyawanya Terancam Karena Mengkritik Penguasa, Seorang Pangeran UEA Kabur ke Qatar

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 16 Juli 2018 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 16 18 1923034 nyawanya-terancam-karena-mengkritik-penguasa-seorang-pangeran-uea-kabur-ke-qatar-QHMPVUwmbW.jpg Foto: Reuters.

LONDON – Seorang pangeran Uni Emirat Arab (UEA) mencari suaka ke Qatar setelah melarikan diri dari negaranya. Pangeran Sheikh Rashid bin Hamad al-Sharqi mengatakan, dia khawatir akan keselamatan nyawanya karena sengketa dengan penguasa Abu Dhabi.

Laporan New York Times yang dilansir AFP, Senin (16/7/2018), Sheikh Rashid adalah putra kedua dari Emir Fujairah, Sheikh Hamad bin Mohammed Al Sharqi, salah satu dari tujuh monarki yang membentuk UEA. Pria berusia 31 tahun itu dilaporkan telah berada di Ibu Kota Qatar, Doha sejak 16 Mei.

Berbicara kepada New York Times, Sheikh Rashid menuduh penguasa UEA telah melakukan pencucian uang dan pemerasan, tetapi dia tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut. Dia juga berbicara mengenai ketegangan di dalam elit UEA karena komitmen negara kaya minyak itu untuk mengirimkan pasukan dalam perang di Yaman.

BACA JUGA: Pangeran Arab Saudi Serukan Kudeta Terhadap Raja Salman

Sheikh rashid mengatakan, ada lebih banyak korban jiwa UEA dari jumlah 100 yang dilaporkan kepada publik. Lebih jauh lagi, dia mengungkapkan bahwa korban jiwa dari Fujairah lebih banyak dibandingkan dari daerah-daerah lain.

Pejabat UEA yang dikontak oleh AFP menolak berkomentar mengenai tuduhan itu, namun Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash secara tersirat mengomentari kasus ini sebagai "konspirasi melawan keluarga yang berkuasa mengenai ini atau itu oleh mereka yang tidak memiliki keberanian dan menggunakan cara pembocoran dan wawancara".

UEA bersama Arab Saudi, Bahrain dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar sejak Juni 2017 terkait tuduhan dukungan Doha terhadap kelompok ekstremis Islam dan kedekatannya dengan Iran, rival regional Arab Saudi. Tuduhan tersebut dibantah dengan tegas oleh Qatar.

Ini merupakan pertama kalinya dalam 47 tahun sejarah UEA, anggota salah satu dari tujuh keluarga kerajaan menyampaikan kritik dan tuduhan terbuka kepada penguasa. (DKA)

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini