nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Burung Diusik, Ratusan Penangkar dan Penghobi Unjukrasa

Agregasi KR Jogja, · Rabu 15 Agustus 2018 15:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 15 510 1936930 burung-diusik-ratusan-penangkar-dan-penghobi-unjukrasa-3ToQcwRD4k.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

YOGYA - Ratusan peternak dan penghobi burung di Kabupaten Klaten, Selasa (14/8) unjukrasa. Mereka menolak Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/ tahun 2018, tentang jenis burung jalak suren, cucak rowo, murai batu, dalam kategori dilindungi, sehingga harus menggunakan ijin balai konservasi sumberdaya alam (BKSDA).

Massa melakukan unjukrasa ke kantor DPRD Klaten, menuntut agar Permen tersebut dicabut kembali. Ratusan penangkar dan penjual burung dari seluruh pelosok Klaten tersebut melakukan longmarch di sepanjang Jalan Pemuda Klaten.

Para pengunjukrasa membawa spanduk dengan berbagai tulisan, yang intinya menuntut dicabutnya Permen LHK No 20 tahun 2018 , karena dinilai sangat merugikan penangkar maupun penghobi.

Foto: Okezone/KR Jogja

Di halaman kantor DPRD, pengunjukrasa melakukan orasi. Mereka menegaskan jika selama ini, para peternak maupun pecinta burung, tidak pernah berniat memusnahkan spesies tersebut. Mereka justru menangkarkan, sehingga cucak rowo, jalak suren, dan murai batu berkembangbiak dengan baik di Klaten.

“Jika pemerintah, dalam hal ini Kementrian LHK mengklaim tiga jenis burung tersebut sudah punah, itu tidak benar,” kata Korlap aksi Cecep Kusumadijaya mengutip krjogja, Rabu (15/8/2018).

Mereka menilai, jika jenis burung tersebut hanya dikembangbiakan di dalam hutan justru tidak akan berhasil, dengan alasan banyak terjadi pembalakan liar yang akan menyebabkan burung terganggu perkembangbiakanya.

Massa tidak berhasil menemui DPRD, karena anggota dewan sedang kunjungan kerja ke luar daerah. Perwakilan massa akhirnya diterima oleh Asisten III Setda Klaten, Sri Winoto.

Usai menerima perwakilan pengunjukrasa, Sri Winoto berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada yang berwenang.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini