Di halaman kantor DPRD, pengunjukrasa melakukan orasi. Mereka menegaskan jika selama ini, para peternak maupun pecinta burung, tidak pernah berniat memusnahkan spesies tersebut. Mereka justru menangkarkan, sehingga cucak rowo, jalak suren, dan murai batu berkembangbiak dengan baik di Klaten.
“Jika pemerintah, dalam hal ini Kementrian LHK mengklaim tiga jenis burung tersebut sudah punah, itu tidak benar,” kata Korlap aksi Cecep Kusumadijaya mengutip krjogja, Rabu (15/8/2018).
Mereka menilai, jika jenis burung tersebut hanya dikembangbiakan di dalam hutan justru tidak akan berhasil, dengan alasan banyak terjadi pembalakan liar yang akan menyebabkan burung terganggu perkembangbiakanya.
Massa tidak berhasil menemui DPRD, karena anggota dewan sedang kunjungan kerja ke luar daerah. Perwakilan massa akhirnya diterima oleh Asisten III Setda Klaten, Sri Winoto.
Usai menerima perwakilan pengunjukrasa, Sri Winoto berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada yang berwenang.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.