nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Suasana Haru Menyelimuti Ijab Kabul Pasangan Penyandang Tunarungu

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 24 Agustus 2018 16:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 24 512 1940951 ketika-suasana-haru-menyelimuti-ijab-kabul-pasangan-penyandang-tunarungu-iJNiaI8eyW.jpg Pernikahan pasangan penyandang tunarungu, Ovik dan Bagus, di Sukoharjo. (Foto: Bramantyo/Okezone)

SUKOHARJO – Suasana haru terasa di Masjid Al Fattah, Cemani Grogol, Sukoharjo, yang menjadi lokasi ijab kabul pernikahan Oktaviany Wulansari. Ovik –sapaan akrabnya– merupakan Miss Deaf Indonesia 2012, sebuah ajang kontes kecantikan bagi penyandang tunarungu.

Ovik dipersunting pria asal Bekasi bernama Bagus Tridea Putra. Kedua pasangan yang sama-sama penyandang tunarungu ini dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan pada hari ini sekira pukul 08.30 WIB.

Mengenakan gaun pengantin putih dan jilbab warna senada, lalu hiasan rangkaian bunga melati, Ovik terlihat sangat cantik. Demikian juga mempelai pria tampak tampan dengan setelan jas berwarna hitam dan kopiah hitam yang menghiasi kepalanya.

Ovik yang merupakan kelahiran Solo, 19 Oktober 1992, ini mengenal sosok suaminya Bagus di Jakarta saat sedang magang tugas kampus. Pasangan luar biasa tersebut sama-sama aktif menjadi penggiat aksi sosial bagi penyandang berkebutuhan khusus.

Mereka banyak memberikan motivasi kepada teman-teman disabilitas yang lain. Ovik dan Bagus kerap memberitahukan kepada rekan-rekannya agar tidak minder, karena semangat yang kuat dan kerja keras bisa membuat penyandang disabilitas tampil setara, tanpa batas.

"Pertama kali kenal (Bagus) saat saya magang di Jakarta. Pertama kenal biasa saja. Komunikasi berlanjut via WhatsApp, Instagram, juga Facebook," jelas Ovik melalui penerjemah yang mendampinginya, Jumat (24/8/2018).

Di matanya sosok Bagus sangat luar biasa. Usia suaminya itu memang terpaut 2 tahun lebih muda, namun sikapnya dewasa dan juga mengayomi. Bagus juga dinilai sebagai sosok pekerja keras. Hingga akhirnya, kedua keluarga sepakat menikahkan Bagus dan Ovik.

Saat ini, lanjut Ovik, sang suami sudah bekerja sebagai guru salah satu sekolah di Bekasi. Sedangkan Ovik sendiri masih tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Brawijaya Malang.

"Saya mohon doa restunya, saat ini sedang tugas akhir (skripsi). Mudah-mudahan lancar dan cepat selesai," ungkapnya.

Sedangkan Bagus menilai sosok Ovik adalah perempuan yang pandai, baik, lembut, dan sudah pasti cantik. Komunikasi selama setahun membuat Bagus mantap mempersunting Ovik.

"Alhamdulillah Allah telah memberikan Ovik kepada saya," jelas Bagus.

Sementara ibunda Ovik, Heny Widiya, merasa bahagia sekaligus terharu putri pertamanya akhirnya menemukan jodoh terbaik. Harapan darinya, rumah tangga Ovik dan Bagus bisa langgeng serta bahagia.

"Saya bahagia. Ovik adalah anak yang sangat membanggakan orangtua. Kita sebagai orangtua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk keduanya," ucap Heny.

Kedua mempelai dinikahkan oleh Thoha, penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Grogol, Sukoharjo. Menurut dia, tidak ada kendala saat menikahkan kedua pasangan istimewa ini. Semuanya sama sesuai syariat Islam dan undang-undang yang berlaku.

"Sudah dua kali saya menikahkan (pasangan tunarungu). Jadi sudah biasa, tidak ada kendala, karena semua prosesinya sama," ungkap Thoha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini