nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Pasukan PBB Asal Turki Luka Parah Dikeroyok Preman di Gowa

Herman Amiruddin, Jurnalis · Minggu 16 September 2018 15:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 16 340 1951193 eks-pasukan-pbb-asal-turki-luka-parah-dikeroyok-preman-di-gowa-s0ee86Xyve.jpg Ilhan Kaya terbaring usai dikeroyok preman (Herman/Okezone)

GOWA – Pengusaha properti asal Turki, Ilhan Kaya (49) dikeroyok beberapa orang tak dikenal diduga preman bayaran. Akibat pengeroyokan terjadi di rumahnya di Kompleks Puri Dive Istanbul, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu, korban luka parah di belakang kepalanya.

Mantan anggota pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang pernah bertugas di Timor Leste itu dihajar dan dipacul di belakang kepala hingga terluka. Owner pengembang perumahan mewaah Puri Dive Istanbul itu dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina Makassar.

Selain Ilhan, pembantunya yang bernama Veronika (32) juga jadi sasaran pelaku saat berupaya merekam agedan pengeroyokan korban denga handphone. Pelaku merampas HP miliknya.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan kejadian terjadi pada Sabtu 15 September kemarin. Mulanya Ilhan didatangi pelaku menggunakan mobil yang langsung masuk ke kediaman korban di kompleks perumahan elit tersebut.

 

"Motifnya menagih hutang dengan menggunakan kekerasan. Pelaku datang menggunakan dua unit kendaraan," kata Tambunan Minggu (16/9/2018)

Pelaku diduga tujuh orang berbadan kekar sempat adu mulut dengan korban. Mereka kemudian keluar ke halaman rumah. "Terjadilah tindakan kekerasan menggunakan benda yang diambil di depan rumah korban yaitu diduga pacul," jelas Tambunan.

Pelaku lalu merampas HP milik Veronika (32) yang merekam adegan kekerasan itu. Korban langsung melapor ke Polres Gowa. "HP korban di ambil oleh pelaku karena korban sempat merekam kejadian itu. Terduga pelaku masih kita terindentifikasi," kata Tambunan

Menurut Tambunan kasus ini ditengarai masalah utang piutang miliaran rupiah beserta bunga. Polisi masih mengejar pelaku.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini