Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pendapat Tokoh Agama Tentang Jasad Masih Utuh saat Makam di Ciamis Dibongkar

Syamsul Maarif , Jurnalis-Rabu, 19 September 2018 |13:23 WIB
Pendapat Tokoh Agama Tentang Jasad Masih Utuh saat Makam di Ciamis Dibongkar
Tokoh Agama asal Kabupaten Ciamis Kiai Jajang Miftahudin (foto: Syamsul M/Okezone)
A
A
A

CIAMIS - Fenomena pemindahan jasad di dalam makam di Desa Handapherang, Kecamatan Cijengjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang masih utuh dan beraroma harum menuai pendapat dari berbagai kalangan.

Salah satu tokoh agama asal Kabupaten Ciamis Kiai Jajang Miftahudin menilai, fenomena pemindahan tiga makam yang saat ini menjadi perbincangan publik hendaknya disikapi secara bijak.

Jasad Masih Utuh saat Pembongkaran Makam di Ciamis (foto: Ist)	Jasad Masih Utuh saat Pembongkaran Makam di Ciamis (foto: Ist)	Jasad Masih Utuh saat Pembongkaran Makam di Ciamis (foto: Ist) 

"Fenomena jasad yang tidak membusuk dan masih utuh memang ada dan tersirat dalam agama Islam," kata Kiai Jajang, Rabu (19/9/2018).

Kiai Jajang menambahkan, fenomena tersebut merupakan sebuah karomah dan ijtihad para ulama bisa juga disebut penghormatan atau hadiah kepada insan yang merupakan nikmat kubur.

Imam Bukhori juga pernah berkata, beberapa jenazah yang masih utuh ada yang tergolong pada beberapa kriteria, di antaranya jenazah para Nabi dan utusan Allah SWT, jenazah ahli jihad fisabilillah, jenazah alim ulama yang menegakkan kalimat Allah SWT dan jenazah syuhada yang senantiasa memperjuangkan Islam.

Selain itu jenazah penghafal Alquran dan beramal dengan Alquran, jenazah pemimpin yang adil dalam menegakkan syariat Allah SWT, jenazah tukang adzan yang tidak meminta imbalan, jenazah wanita yang meninggal ketika melahirkan anak serta senantiasa taat pada perintah Allah SWT.

Jasad Masih Utuh saat Pembongkaran Makam di Ciamis (foto: Ist)	Jasad Masih Utuh saat Pembongkaran Makam di Ciamis (foto: Ist) 

Selain itu, Kiai Jajang juga memaparkan, jenazah orang yang mati dibunuh atau dianiaya karena mempertahankan kehormatan diri dan agama dan jenazah orang yang mati di siang hari atau di malam Jumat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman yang senantiasa menjaga kewajiban yang Allah SWT perintahkan ketika hidup.

"Kita ambil hikmah dari fenomena ini dan menjadi jalan bagi kita agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT," pungkasnya.

(Fiddy Anggriawan )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement