JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 7.000 sertifikat tanah untuk masyarakat di kabupaten dan kota Bogor, Jawa Barat di lapangan luar Stadion Pekansari, Jawa Barat.
Jokowi tiba di lokasi, Selasa (25/9/2018), sekira pukul 08.30 WIB. Dia menggenakan batik coklat saat menyerahkan ribuan sertifikat tanah untuk rakyat tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Negara kerap mendengarkan keluhan masyarakat tentang sengketa lahan dan konflik agraria saat melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Tanah Air.
Jokowi Bagi 7.000 Sertifikat Tanah kepada Masyarakat Bogor di Stadion Pakan Sari (foto: Fakhri/Okezone)
"Karena dari 126 juta bidang yang harusnya bersertifikat baru ada 46 juta. Itu berarti masih kurang 80 juta bidang tanah yang harus disertifikat oleh pemerintah. Setiap tahun saya cek kita hanya keluar sertifikat 500 ribu masih kurang 80 juta, berarti menunggu 100 tahun," kata Jokowi.
Itu sebabnya, lanjut dia, pemerintah menargetkan penerbitan 5 juta sertifikat tanah pada 2017 dan 7 juta sertifikat pada 2018, dan 9 juta sertifikat tanah untuk rakyat pada 2019.
"Caranya gimana pak? Caranya Pak Menteri harus mikir pokoknya keluar 5 juta mau kerja pagi sampai tengah malam, Sabtu Minggu silakan. Alhamdulillah bisa. Tahun depan 7 juta caranya? Saya yakini bisa. Tahun depan 9 juta. Kita harus dikejar diberi target nyatanya harus bisa," ucapnya.
Jokowi mengingatkan, agar penerbitan setifikat tanah yang diberikan secara gratis untuk masyarakat ini dapat dijaga oleh pemiliknya dengan baik. Tak lupa, ia mengingatkan agar sertifikat tanah tersebut difotokopi lantaran untuk menjaga apabila sertifikat tersebut hilang.
"Kemudian kalau sudah pegang sertifikat banyak yang ingin disekolahkan. Betul? Ya enggak apa-apa wajar. Tapi kalau mau dipakai agunan jaminan ke bank tolong dihitung, dikalkulasikan bisa mencicil enggak setiap bulan, kalau tidak, sebaiknya jangan," tandas Jokowi.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.