Sedangkan BPBD Provinsi Sulawesi Utara BPBD Bolsel dan BPBD Bitung berada di halaman depan Kantor Bappeda. Selain itu juga ada beberapa relawan lain. Mereka mendirikan tenda di halaman Kantor Bappeda dan melakukan bantuan penanganan bencana sejak H+3 (Sabtu 1 Oktober 2018).
"Menurut informasi dari BPBD Provinsi Sulteng, terjadi kehilangan barang milik Bappeda. Pascagempa memang kondisi keamanan dan ketertiban di sebagian Kota Palu terganggu. Khususnya hingga H+2 kondisi keamanan dan lingkungan di Kota Palu agak rawan. Aparat polisi telah menangkap beberapa pencuri yang melakukan tindakan kriminal," ungkap Sutopo.
Justru adanya kehadiran relawan sejak H+3 dengan mendirikan tenda-tenda relawan BPBD dan lainnya ikut menjaga lingkungan Kantor Bappeda dari aksi oknum yang melakukan tindakan kriminal. Pascagempa kondisi kantor kosong karena pegawainya tidak masuk kantor.
Terkait kehilangan barang tersebut, Kepala Bappeda sudah melapor ke Gubernur dan menjelaskan tentang kehilangan aset kantor. Diambil keputusan untuk mengosongkan halaman Kantor Bappeda. Selanjutnya BPBD Sulteng sudah mengajak relawan-relawan dari BPBD Sulut dan Bolsel bergeser ke halaman Kantor BPBD Sulteng.
Gubernur Sulteng juga mengatakan tidak ada istilah diusir. Fakta yang benar adalah meminta Kepala BPBD Sulteng mengatur dan merelokasi semua relawan BPBD yang ada di Kantor Bappeda agar direlokasi ke Kantor BPBD Sulteng karena Kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8 Oktober.