Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Majelis Taklim Bisa Jadi Sarana Membangun Pendidikan Politik yang Sehat

Fahreza Rizky , Jurnalis-Rabu, 10 Oktober 2018 |22:42 WIB
Majelis Taklim Bisa Jadi Sarana Membangun Pendidikan Politik yang Sehat
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah pimpinan majelis taklim di Banten berkumpul membahas pendidikan politik terkini, khususnya Pemilu 2019.

Pertemuan yang digagas Ahmad Saefullah itu berhasil menghimpun beberapa majelis dan bersepakat untuk menjalankan pendidikan politik agar majelis taklim bisa memberi kontribusi bagi suksesnya Pemilu 2019.

Pendidikan politik yang dimaksud terutama adalah bagaimana agar memilih presiden dan wakil presiden berbasis pada program. Karenanya bedah visi misi dan bongkar rekam jejak menjadi prioritas.

"Kita harus didik ummat agar memilih presiden bukan karena taqlid atau ikut-ikutan, apalagi ikut propaganda fitnah dan hasutan yang memecah belah. Memilih salah satu dari dua pasangan yang ada itu hukumnya mubah. Kalau ada yang memgharamkan memilih salah satunya, itu adalah kesesatan yang nyata," ujar Saefullah di Kota Serang (10/10/2018).

Sementara itu, ustadzah Siti Badriyah, salah satu pimpinan majelis taklim yang hadir menjelaskan, memilih pemimpin negara bukanlah perkara sederhana.

Menurut dia, harus dicari pemimpin yang berpengalaman, punya kepedulian, sosok yang teruji karena kerja nyata dan bisa dilihat hasil kerjanya. Ia bahkan mengajak rakyat Banten terutama para jama'ah majelis taklim untuk mendukung Kiyai Haji Ma'ruf Amin yang diminta Presiden Jokowi mendampinginya di kepemimpinan periode mendatang.

(Baca Juga: KH Ma'ruf Amin Dapat Restu Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf)

"Tapi kalau kami justru mau menjadikan majelis ini sebagai sarana untuk membuka mata hati orang Banten bahwa calon wakil presiden sekarang ini adalah orang Banten, kita harus bangga itu. Kalau kemarin yang datang ke majelis kita adalah Kiyai Ma'ruf, nanti yang datang dan cermah itu wakil presiden. Kan keren majelis taklim yang ceramahnya wapres," ujarnya.

Di sisi lain, ustadz Suryana, mengatakan sah-sah saja majelis taklim dijadikan media bedah tokoh. Di situ dikupas dan diulas secara mendalam kemampuan, pengalaman dan kepedulian para calon yang ada.

Ia mengimbau masyarakat memilih pemimpin yang sudah teruji dan terbukti kerjanya, tidak hanya sekadar kritik dan mengumbar janji. Di antara capres-cawapres yang ada, Suryana mengaku lebih memilih Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dari dua capres yang ada, kalau menurut kami sih lebih baik menyukseskan Pak Jokowi. Sudah jelas dia bekerja untuk negara kita. Contohnya bidang infrastruktur, selama kurun waktu 2014-2018 ia sudah membangun sekitar 3.400 km jalan biasa, ditambah 443 km jalan tol. Itu bukan prestasi main-main. Itu serius bagus. Secara umum fondasi ekonomi juga bagus," ujarnya.

(Baca Juga: 21 Ormas dan Relawan Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin)

Ustadz Suryana menambahkan, kampanye Pemilu 2019 haruslah sehat dan berorientasi pada program. Hal tersebut penting agar tidak terjadi kegaduhan.

"Jadi kami setuju saja pendidikan politik di majelis taklim. Semua harus diarahkan agar berkampanye sehat, debat program sajalah, jangan bawa-bawa dalil seolah dukung Jokowi adalah salah. Bagaimana bisa begitu, apalagi semua calon yang ada, agamanya Islam," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement