nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Ingatkan Regulasi Tak Boleh Hambat Inovasi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 02:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 12 337 1962919 presiden-jokowi-ingatkan-regulasi-tak-boleh-hambat-inovasi-rCHurbfOIr.jpg Presiden Jokowi dan sejumlah pemimpin negara lainnya. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar inovasi tidak boleh terhambat dengan adanya regulasi yang menyulitkan masyarakat. Inovasi, kata dia, telah berkembang dengan teknologi yang sedemikian cepat akan selalu menuntut perubahan.

Dalam banyak kasus kecepatan inovasi dan kreativitas para pelaku usaha, utamanya yang bergerak di bidang teknologi, lebih cepat dibandingkan kecepatan birokrasi untuk membuat peraturan dan prosedur yang bisa memayungi praktik bisnis yang belum pernah ada.

Kepala Negara memiliki pandangan sendiri terkait fenomena tersebut. Dia mengingatkan kembali akan sebuah langkah visioner yang dilakukan Bill Clinton ketika menghadapi masalah serupa dalam kurun '90-an.

"Hal yang memungkinkan terjadinya booming internet pertama ini adalah sebuah keputusan visioner dari pemerintahan Bill Clinton untuk menciptakan sebuah tatanan regulasi yang dikenal dengan dua prinsip 'light touch dan safe harbor'," ujar Jokowi saat menjadi pembicara kunci di Bali Fintech Agenda yang digelar di Manganpura Hall, Hotel The Westin Resort, Kabupaten Badung, Kamis 11 Oktober 2018.

(Baca juga: Jokowi Sampaikan 5 Usulan di ASEAN Leaders Gathering 2018)

Regulasi itu pada intinya memungkinkan para inovator untuk terus berkembang tanpa khawatir menabrak aturan yang sebelumnya berlaku.

"Hasilnya, inovasi tumbuh pesat dan tidak hanya menghasilkan peningkatan kesejahteraan dan keuntungan ekonomi, tapi juga menempatkan fondasi bagi internet modern saat ini," kata Jokowi berdasarkan keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Meski peristiwa tersebut telah berlangsung hampir 25 tahun lampau, perkembangan teknologi dan inovasi saat ini menghadapkan banyak pemerintahan di berbagai negara kembali menghadapi masalah serupa.

Teknologi telah semakin berkembang dan menjangkau jauh ke dalam fondasi-fondasi ekonomi yang menggerakkan kehidupan saat ini. Metode pembayaran modern seperti Paypal, AliPay, Apple Pay, atau Go-Pay yang tumbuh pesat di negara kita menjadi salah satu bukti perkembangan itu.

"Layaknya booming internet hampir 25 tahun lalu, kita tidak boleh terburu-buru untuk meregulasi inovasi-inovasi baru tersebut melainkan memberi ruang bagi inovasi dan eksperimen tersebut untuk tumbuh terlebih dahulu," tuturnya.

Presiden Jokowi mengatakan, inovasi lahir dari eksperimen dan kebanyakan dari eksperimen berakhir dengan kegagalan. Menghukum kegagalan berarti mengerdilkan eksperimen dan tanpanya tidak akan pernah ada inovasi.

"Dengan demikian, akan bertentangan bila kita bicara tentang perlunya inovasi namun menghukum kegagalan secara berlebihan (dengan regulasi yang mengekang)," ucapnya.

(Baca juga: Jokowi Bersama PM Singapura Buka dan Pimpin ASEAN Leaders Gathering)

Oleh karena itu, Presiden Jokowi memandang regulasi pemerintah yang mengekang atau membatasi gerak kreatif para pelaku usaha hanya akan mendorong mereka semakin menjauh bahkan melebihi ruang lingkup yang diatur.

"Hal tersebut hanya akan mendorong kegiatan ekonomi menjauh dari ruang siber di mana kita bukan hanya tidak bisa mengaturnya, kita juga bahkan tidak tahu apa yang terjadi hingga akhirnya kita sadar bahwa kita terlambat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi mengakui bahwa pihaknya masih memiliki pekerjaan besar soal keterbukaan regulasi terhadap inovasi tersebut dalam birokasi di Indonesia. Dirinya memahami bahwa apa yang dilakukan Bill Clinton di masa lalu adalah sebuah kebijakan yang tetap relevan dan realistis untuk mendukung tumbuh suburnya inovasi di masa kini.

"Saya harap kita semua saling membantu untuk mendorong keterbukaan terhadap standar global dan platform global," jelasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini