Begini Kronologi Penolakan Habib Bahar bin Smith dan Habib Hanif di Manado

Subhan Sabu, Okezone · Selasa 16 Oktober 2018 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 16 340 1964904 begini-kronologi-penolakan-habib-bahar-bin-smith-dan-habib-hanif-di-manado-G58mNBasAB.jpg Tabligh Akbar Haul ke 7 Al Habib Ali bin Abdurahman bin Smith (foto: Subhan S/Okezone)

Sekira pukul 16.00 Wita, Habib Hanif tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, tapi tidak bisa keluar. Sementara Habib Bahar karena ada keterlambatan, tiba di Bandara sekira pukul 19.45 Wita. Negosiasi berlangsung alot antara kedua belah pihak, ormas adat meminta kedua Habib tersebut untuk segera kembali lagi ke Jakarta, sementara kedua Habib tersebut tetap bersikeras untuk menghadiri Tabligh Akbar tersebut.

Sampai pukul 22.00 Wita negosiasi yang awalnya menemui jalan buntu, akhirnya menemui titik terang. Habib Bahar sepakat kalau kedatangannya ke Manado dalam rangka pulang kampung dan tidak akan berceramah. Habib Bahar sendiri memang lahir di Manado dan keluarga besarnya berada di Manado.

Ormas Adat Tolak Kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith di Manado (foto: Subhan S/Okezone)	Ormas Adat Tolak Kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith di Manado (foto: Subhan S/Okezone)  

Asisten I Pemprov Sulut, Edison Humiang mengatakan bahwa semua menghendaki supaya ini benar-benar kondusif dan persoalannya cuma sesuatu yang sifatnya miskomunikasi.

"Kalau saudara kita tadi dia pulang kampung ya sudah kita iyakan dan mereka ada satu perjanjian untuk tidak berdakwah dan tidak ada kegiatan politik di sini, tapi benar-benar tadi pernyataannya adalah pulang kampung orang kalau pulang kampung ya mari kita iya kan dan besok pagi akan kembali," jelas Humiang.

Abubakar bin Smith, sepupu dari Habib Bahar yang juga selaku Ketua Panitia Tabligh Akbar mengatakan, bahwa kedatangan Habib Bahar dalam rangka menghadiri pelaksanaan Haul ke 7 tahun Al Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith yang merupakan ayah dari Habib Bahar.

"Sudah diskusi dengan teman-teman dari organisasi adat Minahasa agar membatalkan, tetapi beliau tetap bersikeras, akhirnya ini dibikin hanya satu hari saja, hadir untuk Haul Ayahnya dan dia tidak akan berceramah, jadi doa dan yang paling utama itu doa bagi saudara-saudara kita yang ada di Palu," jelas Abubakar bin Smith.

(Baca Juga: Polri Sebut Penolakan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith di Manado Hanya Salah Faham)

Kedua Habib tersebut dibawa ke lapangan Karame tempat acara berlangsung dengan pengawalan ketat tanpa sepengetahuan massa di luar area bandara yang semakin banyak berdatangan. Situasi di luar bandara juga sangat mencekam, massa yang akan menjemput Habib tetahan oleh barikade polisi serta massa ormas adat yang berada di gerbang masuk.

Sekira pukul 23.00 Wita, kedua Habib tiba di lokasi acara, sementara massa ormas adat belum mengetahui dan masih tetap bertahan di bandara sampai pukul 23.45 Wita. Massa kemudian bergerak menuju kelurahan Karame begitu mengetahui Habib sudah berada di lokasi.

Ormas Adat Tolak Kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith di Manado (foto: Subhan S/Okezone)	Ormas Adat Tolak Kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith di Manado (foto: Subhan S/Okezone)  

Sesampai di Jalan Martadinata, Kelurahan Dendengan Luar, massa yang sudah kian bertambah itu tertahan oleh barikade polisi. Massa terus bergerak merangsel berupaya masuk, namun tertahan oleh ribuan anggota kepolisian serta TNI. Kekacauan pun tidak terelakkan, massa mulai mengamuk dan melakukan pelemparan batu dan botol air mineral serta menghancurkan kendaraan roda dua dan empat yang berada di lokasi.

Polisi sampai harus menembakkan gas airmata untuk membubarkan massa. Sampai dengan pukul 03.00 Wita dinihari massa terus bertahan, imbauan dari Wakapolda Sulut dan Pangdam XIII/Merdeka yang berusaha untuk menenangkan massa tidak diindahkan. Massa akhirnya bubar dengan sendirinya setelah hujan turun sekira pukul 04.10 Wita dinihari.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini