nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revitalisasi Situs Kesultanan Banten Tahap Awal Ditargetkan Selesai pada Akhir 2018

Rasyid Ridho , Jurnalis · Rabu 14 November 2018 16:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 14 340 1977779 revitalisasi-situs-kesultanan-banten-tahap-awal-ditargetkan-selesai-pada-akhir-2018-6UbxrujGOR.jpg Foto: ist

BANTEN - Pemerintahan Provinsi Banten merevitalisasi kawasan Banten Lama atau situs Kesultanan Banten seluas 300 hektare pada tahap awal, yang ditargetkan selesai pada akhir 2018 ini.

Revitalisasi ini juga akan menata kembali para pedagang yang sebelumnya berdagang di zona inti Masjid Agung Kesultanan Banten dan Keraton Surosowan.

Gubernur Banten, Wahidin Halim berharap salah satu situs sejarah kerajaan Islam di Nusantara itu dapat kembali berjaya seperti di masa Sultan Maulana Hasanudin.

"Karena situs Kesultanan Banten ini mengandung banyak makna, dan syarat dengan perjuangan. Baik perjuangan pembebasan Kemerdekaan RI, juga dengan perjuangan membangun pendidikan dan agama," kata Wahidin Halim di Kota Serang, Rabu (14/11/2018).

 banten

Hal senada juga dikatakan, Wagub Banten Andhika Hazrumy. Ia meminta kepada masyarakat agar tidak percaya akan isu yang berkembang, kalau datang ke situs Kesultanan Banten akan dikenakan tarif, setelah revitalisasi selesai.

"Tempat ini akan dikelola secara professional sesuai dengan ketentuan perundangan, saya pastikan tidak akan ada tiket-tiket seperti itu," tegas Andhika ditempat yang sama.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkumpulan Provinsi Banten Mohammad Yanuar mengatakan, pihaknya sudah melakukan penataan alun-alun Masjid Agung Banten untuk ribuan pedagang.

"Awal penataan plaza (alun-alun Masjid Agung Banten) yang selama ini sudah kami lakukan," kata Yanuar.

Menurutnya, ribuan pedagang itu untuk sementara waktu direlokasi ke tempat dagang sementara, hingga menunggu pembangunan pertokoan selesai, yang lokasinya masih berdekatan dengan situs Kesultanan Banten.

 banten

Ia pun memastikan, revitalisasi Kesultanan Banten tidak akan merubah benda cagar budaya, dan tetap mempertahankan peninggalan para Sultan Banten tersebut.

"Intinya cagar budaya tetap dipertahankan. Penataan lebih mengarah kepada kenyamanan pengunjung dan peziarah yang sangat banyak memadati kawasan Banten Lama," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini