nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hary Tanoesoedibjo: Teknologi Bukan Lagi Jadi Pendukung, tapi Pengganti

Amril Amarullah, Jurnalis · Sabtu 17 November 2018 07:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 17 337 1979057 hary-tanoesoedibjo-teknologi-bukan-lagi-jadi-pendukung-tapi-pengganti-K1bQpAFv3e.jpg

PARIS - Industri telah bergeser dari Industri 3.0 menjadi Revolusi Industri 4.0. Teknologi yang tadinya merupakan sistem pendukung menjadi pengganti.

Hal tersebut disampaikan oleh Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat menjadi Keynote Speaker di Private Wealth Institute Global Annual Summit 2018, di Paris, Prancis, Jumat (15/11).

"Kita harus mengetahui situasi pasar dan tren. Kalau kita salah, meskipun kita bekerja keras tidak akan pernah sampai ke tujuan. Saat ini, terjadi pergeseran dari sebelumnya industri 3.0 menjadi revolusi industri 4.0," ujar Hary.

Pertemuan tahunan tersebut adalah acara unggulan dari Private Wealth Institute, sebuah lembaga jasa pengelola keuangan dan kekayaan para pengusaha di dunia.

Pertemuan selama 2 hari ini dihadiri para pemimpin pemerintahan dari beberapa negara di dunia, para miliarder, investor swasta, filantropis dan manajer investasi.

Pertemuan ini ditujukan untuk menavigasi bisnis dan keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global, serta mengeksplorasi cara terbaik untuk memetakan dampak dari resesi ini dengan menciptakan ide segar dan solusi bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

Hary melanjutkan, tadinya pada industri 3.0 teknologi merupakan pendukung dari bisnis konvensional. Sebagai contoh, bisnis ritel didukung oleh teknologi software logistik agar semua bisa bergerak cepat, ada inventory management system.

Namun, industri 4.0 merupakan tentang "replacement" bukan pendukung atau melengkapi. E-commerce menggantikan ritel. Suatu saat nanti bank akan menjadi digital, mengganti cabang-cabang, ATM dan lain sebagainya.

Melansir dari situs Private Wealth Institute, Hary didaulat menjadi pembicara yang membahas kewirausahaan. Sesi tersebut membahas inti dari kewirausahaan dan kesuksesan bisnis adalah menemukan kebutuhan atau peluang di pasar, kemudian mengisinya. Bagaimana memulai sebuah bisnis, bagaimana seorang pengusaha dituntut untuk memiliki komitmen, persistensi dan kemampuan beradaptasi.

Dalam sesi yang digelar 15 November 2018 waktu setempat, selain Hary tampil juga sebagai pembicara DR Kailash Katkar, Founder & CEO Quick Heal Technologies, India dan Wiktor Schmidt, Co-founder dan CEO Netguru dari Polandia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini