Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Curhat Penjaga soal Perawatan Makam Keramat Mbah Priok dan Habib Kwitang

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Sabtu, 24 November 2018 |13:17 WIB
Curhat Penjaga soal Perawatan Makam Keramat Mbah Priok dan Habib Kwitang
Makam Habib Kwitang (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Berziarah ke makam-makam ulama, habib atau pejuang zaman dulu menjadi pilihan bagi sebagian umat muslim di Indonesia. Hal ini dikarenakan masih adanya unsur sakral dan keramat. Namun, apakah Anda tahu bagaimana perawatan makam-makam tersebut?

Contohnya makam Habib Gubah Al Haddad atau Mbah Priok yang berada di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penjaga makam tersebut, Saipul menjelaskan, tempat makam atau batu nisan Mbah Priok yang ada di dalam sebuah ruangan tertutup selalu dibersihkan setiap hari.

 Baca juga: PBNU: Ziarah Makam Tradisi Turun Temurun Sejak Zaman Rasulullah


"Jadi tempat makam Mbah Priok selalu dibersihkan oleh penjaga setiap hari," ujar Saipul kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Saipul mengaku, di dalam merawat makam Mbah Priok, pihak pengurus selalu menggunakan uang dari swadaya jamaah yang berkunjung. Di mana, uang dari jamaah itu terlebih dahulu ditaruh di kotak jamaah yang berjejer dari pintu masuk hingga ke dalam.

 Infografis Makam Keramat

"Uang untuk merawat dari swadaya masyarakat saja. Tak ada pihak lain," terang dia.

 Baca juga: Cerita di Balik Makam Keramat Panjang yang Ramai Diziariahi Warga

Diketahui, makam Mbah Priok merupakan salah satu Cagar Budaya yang ada di Jakarta, di mana pada tahun 2017 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama meresmikannya.

Meski Makam Mbah Priok sudah menjadi tempat cagar budaya Jakarta, Saipul menyayangkan sama sekali tidak mendapatkan perhatian lebih. Dirinya mencontohkan, ketika pengurus makam mengajukan pengadaan tempat sampah, namun hingga sekarang tak kunjung diberikan.

"Kemarin saya sudah minta tempat sampai enggak ada realisasinya sampai sekarang. Dulu di sini memang ada PPSU (petugas prasarana dan sarana umum), tapi sekarang sudah enggak ada lagi dengan alasan kebijaksanaan. Ataupun di sini juga enggak ada keamanan ataupun ambulance kalau memang ini cagar budaya," tegas dia.

Makam Mbah Priok

 Baca juga: Berburu Berkah di Makam Keramat

Senada dengan penjaga Makam Mbah Priok, salah satu penjaga makam Habib Ali Al Habsy atau Habib Kwitang, Epni menyatakan, dalam merawat makam hanya menggunakan sumber daya pemasukan dari penziarah ataupun dari pihak keluarga.

"Dari jamaah saja. Saya juga sering dikasih. Perawatan pribadi dan kadang dari keluarga juga" terang Epni.

Mengenai perawatan terhadap Makam Habib Kwitang, Epni memaparkan, setiap hari hanya mengelap batu nisan dan juga mengganti kembang-kembang yang sudah kering.

"Ubinnya kita bersihkan setiap hari dan kembang yang sudah kering kita buang dan ganti yang baru," beber Epni.

(Fakhri Rezy)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement