Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kebakaran Paling Mematikan di California Akhirnya Sepenuhnya Terkendali

Indi Safitri , Jurnalis-Senin, 26 November 2018 |12:35 WIB
Kebakaran Paling Mematikan di California Akhirnya Sepenuhnya Terkendali
Foto: AFP.
A
A
A

LOS ANGELES - Kebakaran paling mematikan dalam sejarah California akhirnya telah dapat benar-benar dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran. Hal itu dikonfirmasi oleh pihak berwenang pada Minggu, 25 November, lebih dari dua pekan setelah api pertama kali berkobar.

Api mulai berkobar pada Kamis, 8 November diketahui telah menewaskan 87 orang, meski masih ada 249 lain yang masih belum ditemukan. Jumlah itu menurun selama akhir pekan, setelah sempat berada di angka 474 pada Jumat.

"#CampFire ... sekarang 100% terkendali," demikian disampaikan Cal Fire, otoritas kebakaran negara bagian tersebut dalam buletinnya di Twitter, sebagaimana dilansir AFP, Senin (26/11/2018).

BACA JUGA: WNI Diminta Waspada Pascakebakaran di California

Menurut kantor sheriff lokal di Butte County, sekira tiga jam perjalanan ke utara San Francisco, Saat ini 54 dari total korban jiwa telah berhasil diidentifikasi.

Total 62.052 hektar terkena dampak kebakaran, dengan hampir 14.000 rumah dan ratusan bangunan lainnya hancur. Hujan besar yang telah merendam zona api pada hari-hari terakhir membantu memadamkan api yang tersisa, tetapi juga membuatnya lebih sulit bagi para kru yang mencari jasad para korban.

Camp Fire adalah kebakaran besar kedua yang melanda California dalam beberapa pekan terakhir, dengan kebakaran di daerah Malibu, dekat Los Angeles yang juga menewaskan tiga orang.

Asap dari Camp Fire memang begitu kuat sehingga sekolah-sekolah di San Francisco harus ditutup pada satu titik awal bulan ini, seperti halnya mobil kabel terkenal di kota itu dan Pulau Alcatraz.

Menjelang pemberitahuan bahwa api telah benar-benar dijinakkan, pihak berwenang sudah mulai membiarkan warga kembali ke beberapa area terparah untuk memeriksa kerusakan rumah mereka.

BACA JUGA: Kebakaran Hutan di California Korban Bertambah Jadi 44 Orang, Ratusan Hilang

Dalam buletin bersama yang disiarkan pada hari Sabtu, polisi dan pemadam kebakaran mengatakan perintah evakuasi yang telah diberlakukan untuk beberapa area selama dua minggu terakhir sedang diangkat untuk penduduk dan non-penduduk, sementara layanan penting untuk masyarakat masih "sangat terbatas."

Meski Brown memperingatkan bahwa kebakaran besar seperti yang terjadi di Butte dan Malibu tidak lagi akan menjadi sebauh peristiwa yang "abnormal", AS telah mengalokasikan sekira USD1 miliar selama lima tahun ke depan untuk pencegahan kebakaran.

Menurut pihak berwenang, sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan pendidikan dan supresi seperti membersihkan rumput dan vegetasi lainnya.

Tetapi banyak ahli yang mengatakan untuk melakukan pembatasan lebih lanjut terhadap perumahan yang dibangun di hutan sebagai sarana untuk menghilangkan bahaya akan api.

"Saya pikir orang-orang memikirkan jika ada cara kita dapat mendesain tempat baru yang dapat terlihat seperti lebih dari desa Eropa atau kota ski, dan tidak memiliki rumah di hutan," ujar Co-director dari Pusat Kehutanan di University of California, Berkeley, Bill Stewart kepada AFP.

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa sepertiga dari semua rumah AS sekarang berada di antarmuka hutan-kota, di mana rumah-rumah dan vegetasi hutan berbaur, sebagaimana disampaikan oleh beberapa peneliti.

Sementara Trump telah berulang kali menyatakan skeptisisme tentang pemanasan global, laporan baru pemerintahannya memperingatkan bahwa perubahan iklim akan menelan biaya ratusan miliar dolar AS per tahun pada akhir abad ini kecuali jika tindakan drastis diambil untuk mengurangi emisi karbon.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement