nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyuap Kepala Kantor Pajak Ambon Segera Diseret ke Meja Hijau

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 17:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 30 337 1985131 penyuap-kepala-kantor-pajak-ambon-segera-diseret-ke-meja-hijau-92iZMPSRRY.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan tersangka penyuap Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Ambon, Anthony Liando (AL). Berkas penyidikannya juga telah dilimpahkan ke tahap penuntutan hari ini.

"Hari ini dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka dari penyidik ke penuntut umum terhadap tersangka AL," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Jumat (30/11/2018).

Tim jaksa penuntut umum mempunyai waktu 14 hari masa kerja untuk menyusun dakwaan Anthony Liando sebelum nantinya dijadwalkan persidangan. Rencananya, sidang Anthony akan digelar di Pengadilan Tipikor Ambon.

‎"Sidang rencananya akan dilaksanakan di PN Tipikor Ambon," terangnya.

(Baca Juga: KPK Tetapkan Kepala Pajak KPP Ambon Sebagai Tersangka Suap)

Febri menjelaskan, total sudah ada 11 saksi yang telah diperiksa untuk proses penyidikan Anthony. Sedangkan, Anthony telah diperiksa sebanyak dua kali dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Gedung KPK 

Adapun unsur saksi meliputi Direktur Pemeriksaan dan Penagihan DJP, PNS pada Kantor Pajak di Bandar Lampung, Kepala KPP Pratama Ambon Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia, Kepala Kantor Pajak KPP Pratama Ambon, serta pihak ‎swasta lainnya.

Sebelumnya, ‎KPK resmi menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan suap pengurangan kewajiban pajak di kantor pajak Ambon. ‎Ketiganya yakni, Kepala Pajak KPP Pratama Ambon, La Masikamba (LMB), Supervisor Pajak KPP Pratama Ambon, Sulimin Ratmin (SR) dan pemilik CV AT, Anthony Liando (AL).

Diduga, La Masikamba bersama-sama dengan tim pemeriksa pajak KPP Ambon menerima hadiah atau janji dari Anthony Liando terkait kewajiban membayar pajak tahun 2016 dengan nilai total yang harus dibayar antara Rp1,7 hingga 2,4 miliar.

Dari perhitungan wajib pajak perorangan Anthony Liando s‎ebesar antara Rp1,7 sampai 2,4 miliar, namun pejabat pajak mengurangi kewajiban membayar pajak Anthony sebesar Rp1,037 miliar.

Atas pengurangan kewajiban pajak Anthony Liando tersebut, La Masikamba dan Sulimin Ratmin mendapat fee sebesar Rp320 juta secara bertahap. (Baca Juga: KPK Jebloskan Kepala Pajak KPP Ambon dan Anak Buahnya ke Penjara)

Atas perbuatannya, Anthony yang diduga pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 Gedung KPK

Sebagai pihak diduga penerima, Sulimin disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian La Masikamba disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini