nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terima Masyarakat Adat Melayu Riau, Jokowi Kembali Diberi Gelar

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 15:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 04 337 1986681 terima-masyarakat-adat-melayu-riau-jokowi-kembali-diberi-gelar-9AexJxumtf.jpg Jokowi menerima masyarakat Adat Melayu (Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo kembali mendapatkan gelar adat, kali ini dari lembaga adat Melayu. Gelar tersebut diberikan oleh pimpinan Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau di Istana Merdeka, Jakarta.

Ketua MKA LAM Al Azhar mengatakan, Presiden Jokowi akan mendapatkan gelar tersebut saat Jokowi berkunjung ke Riau pada 15 Desember 2018. Gelar tersebut sudah berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama LAM Riau sebagai tanda ucapan terima kasih atas perhatian Presiden kepada Riau.

 Baca juga: 6 Gelar Kehormatan yang Diperoleh Presiden Jokowi

"Nah yang dapat kita lakukan oleh Lembaga Adat Melayu Riau itu yang tertinggi adalah memberikan gelar," kata Al Azhar, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Gelar yang akan disematkan kepada Jokowi yakni Datuk Seri Setia Amanah Negara. Artinya, Jokowi merupakan seorang yang besar atau petinggi yang berseri-seri, bercahaya, dan memegang amanah negara yang dibebankan kepada beliau.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Datuk Syahril Abubakar memaparkan asal usul pemberian gelar adat kepada Jokowi. Menurut dia, hal itu karena selama Jokowi sudah melakukan kerja nyata untuk masyarakat Riau.

 Baca juga: Jokowi Diberi Gelar Raja Balaq oleh Masyarakat Komering, Iriana Jadi Ratu Indoman

Salah satu hasil kerja Kepala Negara adalah menghilangkan asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir 17 tahun.

"Alhamdulillah sudah tiga tahun terakhir ini yang kita ketahui ini asap sudah tak ada lagi di negeri kami. Ini hal-hal yang menjadi dasar (pemberian gelar)," kata Syahril.

Syahril juga mengungkit keberhasilan Jokowi mengambil alih kepemilikan Blok Rokan dari tangan perusahaan asing. Blok itu kini dipegang oleh PT Pertamina (Persero).

 Baca juga: Sakdiyah Ma'ruf, Komedian Indonesia Masuk Daftar 'Perempuan Inspiratif dan Berpengaruh'

Dirinya pun mengapresiasikan atas pemberian sertifikasi tanah kepada kelompok masyarakat dengan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria.

Syahril melanjutkan, program sertifikat tanah itu sudah lama diperjuangkan LAM Riau. Namun, selama 20 tahun, perjuangan itu tak menemui hasil.

"Dan di luar dugaan kami, pengakuan hari ini Tuan Presiden telah mengembalikan ke masyarakat adat dan sekaligus memberikan status sertifikat kepada tanah wilayah ini," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini