nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirut PJT II 'Ogah' Cerita soal Penggeledahan KPK

Mulyana, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 16:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 06 525 1987701 dirut-pjt-ii-ogah-cerita-soal-penggeledahan-kpk-1hgfidiLIF.jpg Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro (foto: Mulyana/Okezone)

PURWAKARTA - Dua hari pasca-penggeledahan Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), aktivitas di kantor pusat Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, di Jalan Lurah Kawi, Desa/Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, kembali normal.

Suasana di perkantoran BUMN itu, saat ini seperti tak terjadi apa-apa sebelumnya. Jajaran direksi, tetap melakukan kegiatan seperti biasa.

(Baca Juga: Penggeledahan KPK di Kantor PJT II Diduga Terkait Korupsi Jasa Konstruksi) 

Seperti hari ini, PJT II sedang melakukan panen ikan hasil pengembangan perikanan tangkap berbasis budidaya (Culture Based Fisheries). Kegiatan ini, terpusat di sekitar Bendungan utama Waduk Jatiluhur.

Sebelumnya, kegiatan ini kabarnya hanya akan dihadiri oleh Direktur Operasional dan Pengembangan. Namun ternyata, Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro, juga tampak hadir dalam agenda tersebut.

Padahal, beberapa hari terakhir, dirinya sempat tak terlihat dan kerap mewakilkan kegiatan perusahaan kepada kepala direksi lainnya.

Seperti sehari sebelumnya, PJT II Jatiluhur juga menggelar kegiatan di wilayah Bandung. Yakni, kegiatan bersih-bersih di Sungai Mati (Oax Bow) di sekitar Bojong Soang.

Dalam acara tersebut, sosok Dirut PJT II pun nampak tak hadir. Padahal, dalam kegiatan itu turut dihadiri Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan.

Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro (foto: Mulyana/Okezone)Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro (foto: Mulyana/Okezone) 

Namun, Djoko Saputro hadir dalam kegiatan panen pengembangan CBF yang hari ini digelar, juga turut hadir Direksi Perum Perikanan Indonesia, Muspida terkait, serta kelompok petani yang terlibat dalam program CBF. Untuk ikan hasil dari panen CBF akan diolah oleh Perum Perindo menjadi tepung ikan.

Kegiatan ini, merupakan panen perdana dalam program perikanan yang memang digagas oleh Djoko Saputro selaku Dirut PJT II Jatiluhur.

Djoko menuturkan, pengembangan baru di sektor perikanan ini diharapkan menjadi solusi dalam pengelolaan waduk yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus upaya menjaga ekosistem di perairan Waduk Jatiluhur.

"Program ini, diharapkan bisa juga menjadi lapangan kerja alternatif baru bagi para petani sekitar waduk tanpa harus menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA)," ujar Djoko kepada Okezone, Kamis (6/12/2018).

(Baca Juga: KPK Periksa 5 Pejabat PJT II di Aula Mapolres Purwakarta) 

Dia berharap, program CBF ini bisa menjadi pilot project bagi waduk/danau lain di Indonesia untuk menerapkan perikanan tangkap yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," tambah dia.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama awak media mencoba menanyakan perihal penggeledahan di kantornya pada Selasa (4/12/2018) oleh KPK. Namun sayang, Djoko enggan berkomentar mengenai hal tersebut.

"Iya (ada KPK) ke sini. Tapi, soal itu bukan ranah saya untuk menjawab," ujar Djoko singkat, sembari mengakhiri pembicaraan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini