nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angin Kencang di Bogor Dipicu Awan Kumulonimbus

Antara, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 07 338 1987919 angin-kencang-di-bogor-dipicu-awan-kumulonimbus-0MtSIX75AD.jpg Dampak angin kencang di Bogor pada Kamis sore. (Foto: BNPB)

BOGOR – Bencana angin kencang disertai hujan deras, petir, dan pohon tumbang yang melanda Kota Bogor pada Kamis sore kemarin hingga merusak ratusan rumah, dipicu adanya awan kumulonimbus di langit Bogor.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra, mengatakan angin kencang itu terjadi karena bentukan awan kumulonimbus yang cukup matang di wilayah Bogor Selatan.

Ia menambahkan, situasi ini berpotensi terjadi selama puncak musim hujan yang berlangsung di wilayah Bogor hingga akhir Februari 2019. "Hasil awan CB (kumulonimbus) itu antara lain angin kencang, petir, dan hujan lebat," jelasnya, seperti dikutip dari Antaranews, Jumat (7/12/2018).

(Baca juga: Kota Bogor Diterjang Puting Beliung, 800 Unit Rumah Rusak)

Cuaca buruk, mendung, dan gelap itu terjadi di empat kelurahan wilayah Bogor Selatan, yakni di Kelurahan Cipaku, Kelurahan Batutulis, Kelurahan Pamoyanan, dan Kelurahan Lawanggintung yang terjadi mulai pukul 15.00 WIB.

Dampak puting beliung tersebut, satu orang meninggal dunia atas nama Eni Retno (46), warga Perumahan Bogor Nirwana Residence, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, yang mobilnya tertimpa pohon tumbang.

Pohon-pohon tumbang akibat angin tersebut menimpa sedikitnya enam unit kendaraan yang melintas, baik mobil pribadi maupun angkutan umum, sehingga tampak ringsek.

Selain itu, ratusan rumah mengalami kerusakan karena atapnya diterjang angin puting beliung.

Hadi menerangkan, kecepatan angin yang melanda wilayah Batu Tulis, Lawang Gintung, dan sekitarnya di Kecamatan Bogor Selatan sekira 30 knot (50 km per jam) dalam satu hembusan.

"Sapuan angin biasanya mencapai sejauh 100 meter hingga 1 km mengikuti arah angin," katanya.

(Baca juga: Penjelasan BMKG Tentang Puting Beliung yang Menewaskan 1 Orang di Bogor)

Untuk itu, lanjutnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan ekstrem yang masih berpotensi terjadi, dengan melihat tanda-tanda seperti diawali dengan petir.

"Masyarakat diimbau kalau sudah terdengar petir jangan berada di lapangan, di bawah pohon, atau papan reklame," kata Hadi.

Selain itu, warga juga diminta untuk selalu mengikuti informasi cuaca dari BMKG melalui aplikasi yang bisa diunduh di Playstore Android dengan nama Info BMKG.

Peristiwa angin kencang yang melanda wilayah Batu Tulis, Bogor Selatan, menyebar luas melalui pesan sosial, bahkan video saat detik-detik angin melanda wilayah tersebut juga terekam oleh masyarakat.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini