nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tercatat 1.697 Bangunan Rusak Akibat Terjangan Puting Beliung di Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 23:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 07 338 1988374 tercatat-1-697-bangunan-rusak-akibat-terjangan-puting-beliung-di-bogor-VhK4aVFNXd.jpg Dampak angin kencang di Bogor pada Kamis sore. (Foto: BNPB)

BOGOR – Jumlah bangunan rusak akibat terjangan angin puting beliung di Kota Bogor, Jawa Barat, terus bertambah. Sampai saat ini tercatat sebanyak 1.697 bangunan yang terdampak bencana tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, jumlah tersebut diketahui setelah pihaknya menggelar rapat koordinasi penanganan bencana angin puting beliung bersama instansi dan dinas terkait.

(Baca juga: Penjelasan BMKG Tentang Puting Beliung yang Menewaskan 1 Orang di Bogor)

"Ada delapan kelurahan yang terdampak, seperti Batutulis, Lawanggintung, Pamoyanan, Cipaku, Ranggamekar, Sukasari, Baranangsiang, dan Babakan Pasar. Estimasi kerusakan kemarin bertambah jadi 1.697 bangunan," kata Bima, Jumat (7/12/2018).

Jumlah tersebut tersebar di sejumlah titik. Rinciannya 472 bangunan di Batu Tulis, 452 bangunan di Pamoyanan, 224 bangunan di Cipaku, 178 bangunan di Babakan Pasar, 139 bangunan di Sukasari, 112 bangunan di Lawanggintung, 65 bangunan di Ranggamekar, dan 55 bangunan di Baranangsiang.

"Saya juga instruksikan untuk rekan-rekan di wilayah melakukan pendataan rumah sesuai kategori, yang mana rusak berat, sedang, dan ringan. Harus by name by address. Cek juga status kepemilikan tanah agar tidak menimbulkan masalah baru," papar Bima.

(Baca juga: Angin Kencang di Bogor Dipicu Awan Kumulonimbus)

Saat ini, lanjut Bima, Pemkot Bogor membuka Posko Bantuan di eks PT IMI di Cipaku untuk wilayah Bogor Selatan, Kantor Kecamatan Bogor Timur di Jalan Raya Pajajaran untuk wilayah Bogor Timur, dan di Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk Bogor Tengah.

"Karena jumlah kerusakan begitu banyak, saya mengajak OPD untuk menyumbangkan bantuan dengan fokus ke wilayah Bogor Selatan. Kami juga membuka parsitipasi masyarakat yang juha ingin membantu para korban," jelas Bima.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini