Total Dukung Jokowi-Maruf, Golkar Yakin Elektabilitasnya Naik

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 14:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 19 605 1993403 total-dukung-jokowi-maruf-golkar-yakin-elektabilitasnya-naik-6Iy01Gs7zU.jpg Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan partainya telah melakukan sosialisasi paling awal dibanding beberapa partai lainnya dan paling aktif mengkampanyekan pasangan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma’ruf Amin.

Airlangga pun optimis totalitas dukungannya ke Jokowi-Maruf akan membuat elektabilitas Partai Golkar naik. Apalagi, saat ini tren dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019 naik.

(Baca Juga: Prabowo Prediksi Indonesia Punah, Perindo: Dia Panik karena Jokowi Masih Unggul)

 

“Hampir setiap kota selalu ada poster Golkar mengusung Jokowi-Ma’ruf Amin. Sekarang ini jumlah pemilih Golkar yang memilih Jokowi terus meningkat. Dengan 4 bulan lagi, harapannya tentu timbal balik, yakni Golkar memilih pak Presiden Jokowi, dan pemilih pak Presiden memilih Golkar dan itu sudah diatas 70 persen,” kata Airlangga kepada wartawan, Rabu (19/12/2018).

Dia menambahkan, Partai Golkar akan terus melakukan konsolidasi kerja Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) di sejumlah daerah dan pada akhirnya nanti akan dilakukan progres, evaluasi pemenangan pemilu.

“Kami mendapatkan laporan terkait kegiatan di tiap provinsi dan menjadii bahan yang kita bahas dalam rapat DPP,” tegasnya.

Menurut Airlangga, dengan waktu sekira empat bulan lagi, Partai Golkar akan merapatkan barisan serta melaksanakan pertemuan-pertemuan untuk memantapkan strategi memenangkan Golkar dalam pemilu mendatang.

“Rapat yang digelar ini salah satu strategi untuk memenangkan Pemilu mendatang. Kita akan kerahkan jaringan-jaringan partai dengan menggunakan tools modern, teknisnya? “Ya kembali ke dapur masing-masing, pemilu masih 4 bulan dari sekarang, tepat 4 bulan lagi. Golkar ini agak sensitif diangka 4, Makanya kita akan kumpulkan dan kita ingatkan masih tersisa 4 bulan lagi,” urainya.

(Baca Juga: Jokowi Terima Serban Dukungan dari Ulama Se-Madura) 

Menteri Perindustrian itu mengaku dalam pemilu serentak ini memiliki tantangan yang cukup besar. “Apalagi saat pencoblosan tidak ada gambar, hanya nama-nama, sehingga apa yang di kampanyekan di media sosial, di baliho, spanduk dan lain-lain, tidak ada lagi gambar wajah, tetapi hanya nama. Artinya dalam memilih kali ini tidak sederhana,” pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini