PARIS – Demonstrasi rompi kuning kembali berlanjut di Prancis pada Sabtu, 22 Desember, atau akhir pekan keenam sejak dimulai bulan lalu. Namun, jumlah peserta demonstrasi yang digelar di Paris dan kota-kota lainnya di Prancis, kali ini lebih sedikit dibandingkan akhir pekan sebelumnya.
Diwartakan Reuters, Minggu (23/12/2018), total 23.800 orang turun berunjuk rasa pada Sabtu siang di seluruh Prancis, termasuk kurang dari 1.000 orang yang melakukan aksinya di Paris. Jumlah ini turun drastis dari 33.500 demonstran akhir pekan sebelumnya.
BACA JUGA: Demonstrasi "Rompi Kuning" Timbulkan Bencana Ekonomi di Prancis
RT melaporkan, demonstrasi di Paris pada Sabtu dimulai dengan tenang sebelum bentrokan pecah antara pengunjuk rasa yang menuntut pengunduran diri Presiden Emmanuel Macron dengan aparat keamanan di dekat Distrik Montmare, utara Paris dan beberapa distrik lainnya. Pada malam hari sekelompok demonstran memblokade jalan di dekat Champs Elysees, sementara polisi anti huru-hara berusaha membubarkan mereka.
Pihak berwenang menangkap lebih dari 140 orang terkait kerusuhan yang terjadi, termasuk seorang pimpinan rompi kuning, seorang pengemudi truk bernama Eric Drouet atas tuduhan mengorganisir “demonstrasi ilegal” yang mengganggu lalu lintas publik, membawa senjata berbahaya dan ikut ambil bagian dalam kekerasan massa. Polisi menahan 19 orang di antaranya.