Kemenhub: Angka Kecelakaan di Libur Natal Menurun Drastis

Risna Nur Rahayu, Okezone · Kamis 27 Desember 2018 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 27 1 1996534 kemenhub-angka-kecelakaan-di-libur-natal-menurun-drastis-hCXBnOVsoz.jpg Dirjen Budi menyampaikan angka kecelakaan menurun drastis di musim mudik Natal (Foto: Kemenhub)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyampaikan data jumlah kecelakaan selama arus mudik Natal dan Tahun Baru 2018. Kabar baiknya, terjadi penurunan angka kecelakaan sekitar 55 persen dibanding tahun lalu.

“Dibandingkan angka kecelakaan pada 2017, tahun ini turun sekali. Tahun 2017 ada 634 kecelakaan, sementara tahun 2018 turun menjadi 284 kecelakaan. Terjadi penurunan sebesar 55%,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi mengutip data dari Kepolisian mengenai angka kecelakaan lalu lintas selama periode Natal 2018.

Puncak arus mudik Natal pada 21-22 Desember 2018 dan terjadi lonjakan jumlah pengguna jasa penyeberangan dan jalan tol dibanding tahun lalu. Untuk penyeberangan di Pelabuhan Merak, lonjakan penumpang mencapai 45%.

Rinciannya, pada 21 Desember jumlah pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Merak sebanyak 51.834 orang. Angka ini naik dibanding tahun 2017 sebanyak 35.714 orang. Sehari kemudian bertambah lagi menjadi 66.897 orang. Pada tahun lalu di hari yang sama, jumlah orang yang menyeberang sebanyak 56.419 orang.

Peningkatan pengguna jasa penyeberangan ini, sambung Dirjen Budi, tak menutup kemungkinan juga terjadi di musim mudik Lebaran 2018. Apalagi bila Tol Lampung-Palembang sudah berfungsi, dia menyakini animo masyarakat Sumatera mudik menggunakan jalur darat semakin tinggi.

“Kenaikannya sangat signifikan sekali. Artinya ini menjadi peringatan bagi kita untuk Angkutan Lebaran nanti. Bila jalan tol Lampung ke Palembang sudah berfungsi akan menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat dari Sumatera ke Jawa maupun sebaliknya,” kata Dirjen Budi.

Sementara itu, arus kendaraan di jalan Tol Jakarta- Cikampek maupun di Cileunyi juga terjadi kenaikan, dimana 21-22 Desember sebagai puncaknya. “Dibanding tahun 2017, di Cileunyi bertambah 27%. Kalau tahun lalu banyak masyarakat Jawa Tengah masih menggunakan jalan itu tapi sekarang mereka memilih menggunakan jalan tol Trans Jawa. Kenaikan ini prediksi saya karena pertumbuhan kendaraan yang cukup tinggi,” jelasnya.

Dia menambahkan, selama libur Natal ada beberapa kejadian menonjol antara lain kemacetan di Medan-Berastagi sepanjang 4 km akibat truk mogok. Selanjutnya peristiwa meluapnya air sungai hingga jembatan di wilayah Negara, Bali. Serta jembatan longsor di jalur Malangbong Garut.

Dirjen Budi juga sempat membahas mengenai tsunami Selat Sunda yang tidak berdampak banyak bagi operasional kapal penyeberangan. “Saat ada tsunami air sempat surut sehingga kapal tidak bisa bersandar. Namun sejak kejadian itu jumlah penumpang menurun drastis hingga sekarang karena banyak masyrakat yang khawatir,” pungkasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini