ARAB - Setelah ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri Arab Saudi yang baru, Ibrahim Al Assaf akhirnya buka suara terkait kasus pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi.
Ibrahim Al Assaf menilai jika kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tidak menimbulkan krisis bagi negaranya, tapi justru menciptakan perubahan besar.
Kepada AFP, Ibrahim Al Assaf memastikan perubahan kabinet tidak dilatarbelakangi oleh kasus Khashoggi, namun kebutuhan agar mesin pemerintahan lebih efisien.
"Masalah Jamal Khashoggi, benar-benar membuat kami sedih, kita semua. Tapi secara keseluruhan, kami tidak mengalami krisis, kami akan melalui transformasi," ujar mantan menteri keuangan itu, merujuk pada reformasi sosial dan ekonomi yang dipelopori Putra Mahkota Pangeran Muhammed bin Salman (MBS)," kata Ibrahim Al Assaf, kepada AFP, Sabtu (29/12/2018).
VIDEO: #Saudi Minister of Foreign Affairs Ibrahim al-Assaf (@IbAlassaf) told @AFP that his replacing of Adel al-Jubeir (@AdelAljubeir), former Foreign Minister has nothing to do with his predecessor’s efficiency. pic.twitter.com/QyNSHb73UI
— Saudi Gazette (@Saudi_Gazette) December 29, 2018
Baca Juga: Putra Mahkota Saudi Bebas dari Pembunuhan Khashoggi, Raja Salman Puji Sistem Yudisial
Lebih lanjut, pria 69 tahun itu menyindir soal isu reputasi Arab Saudi akibat kasus pembunuhan tersebut. Namun, Ibrahim Al Assaf memastikan jika hubungan Arab Saudi dengan negara-negara luar dalam kondisi baik.
"Saya tidak mengatakan perbaikan karena hubungan antara negara saya dan sebagian besar negara di dunia dalam kondisi sangat baik," jelasnya.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.