JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menganugerahi Kebohongan Award kepada Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Andi Arief mendapatkan "pernghargaan kategori terhalu" karena diduga ikut menyebarkan hoaks 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos. Anugerah dari PSI itu berupa piala dan piagam.
Terkait hal itu, Partai Demokrat tak berniat untuk mengadakan "award" tandingan terhadap PSI.
"Duh masak anak 'ABG' kita pakai balas," kata Wasekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi, kepada Okezone, Sabtu (5/1/2019).
Pihaknya malah menantang PSI agar dapat meraih kursi dalam kontestasi Pemilu 2019, supaya suaranya dapat "didengar", sebelum menyelenggarakan kompetisi seperti itu.

"Tetapi moga-moga dapat kursi dulu di parlemen supaya bisa didengar partai tersebut. Kita doakan dapat kursi dulu di DPR," ucapnya.
(Baca Juga : Prabowo-Sandi Dapat Anugerah Kebohongan, BPN: Namanya Juga PSI Suka Cari Sensasi)
Sebelumnya, Wasekjen Demokrat Andi Arief dan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, dianugerahi "Kebohongan Award" oleh PSI. Partai Demokrat yang menerima penghargaan itu langsung membuangnya ke tong sampah. Demokrat juga berencana memolisikan PSI.
"Sehingga ini patut dilaporkan dan patut diambil langkah hukum pencemaran dan fitnah Pasal 310, 311 KUHP dan dikaitkan dengan UU ITE karena disiarkan melalui media sosial," kata Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Jumat 4 Januari 2019 malam.
(Baca Juga : Buang 'Kebohongan Award' ke Tempat Sampah, Demokrat Bakal Polisikan PSI)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.