JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pramono Ubaid mengatakan, alasan pihaknya membocorkan pertanyaan debat kepada capres-cawapres seminggu sebelum acara berlangsung adalah untuk mengantisipasi jawaban yang melenceng dari tema yang sudah ditentukan.
KPU sudah menentukan jadwal debat capres pertama pada Kamis, 17 Januari 2018 yang bertema 'Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme'.
"Kita ingin mengarahkan diskusi publik kita itu lebih mengarah ke diskusi soal substansi program atau isi. Jadi bukan lagi soal sontoloyo, genderuwo, wajah Boyolali, itu tidak penting dan sangat artifisial," ucap Pramono di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Ia menambahkan, format seperti itu merupakan hasil kesepakatan bersama dari masing-masing timses capres. Mereka yang hadir saat rapat seharusnya menyampaikan kepada seluruh anggota kampanye.
(Baca juga: "Sentil" Timses Capres, KPU: Jangan dalam Rapat Senyam-senyum, di Luar Teriak)
"Seharusnya wakil-wakil tim kampanye yang hadir di dalam rapat, yang ikut menyepakati hasil rapat itu, punya tanggung jawab menjelaskan ke koalisinya, kepada sesama jubir tim koalisi masing-masing, juga pada konstituennya," ujarnya.
KPU, lanjut dia, akan mengevaluasi penyelenggaraan debat pertama nanti. Evaluasi itu dimulai dari sebelum berjalannya debat hingga selesainya kegiatan tersebut.
"Jika ada tim kampanye dan paslon yang keberatan atau dirugikan atau merasa susah menggunakan metode pertama, kita terbuka untuk diskusi kembali untuk duduk bersama," tandasnya.
Ketua KPU, Arief Budiman sebelumnya menjelaskan, daftar pertanyaan di debat akan diberitahukan ke kedua paslon. Selanjutnya pertanyaan yang muncul akan diundi saat debat berlangsung.
(Qur'anul Hidayat)