nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nama Ibunda Jokowi Disematkan untuk Gedung Baru Pondok Pesantren, Ini Alasannya

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 19:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 08 512 2001716 nama-ibunda-jokowi-disematkan-untuk-gedung-baru-pondok-pesantren-ini-alasannya-k3yOo7XyZI.jpg Nama Ibunda Jokowi disematkan untuk Gedung Baru Pondok Pesantren (Foto: Bramantyo/Okezone)

SUKOHARJO - Kedekatan keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan keluarga pendiri sekaligus pengasuh ponpes Kholifatullah Singo Ludiro, mendiang almarhum Agung Syuhada, tetap terjaga hingga saat ini.

Presiden Jokowi pun sempat datang saat pendiri ponpes Kholifatullah Singo Ludiro meninggal dunia karena sakit di RS Kustati Solo, pada Sabtu 26 Agustus 2017.

Kedekatan tersebut membuat Ibunda Presiden Jokowi berkesempatan meresmikan gedung baru di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Kholifatullah Singo Ludiro di Dukuh Mojo RT.01/RW.04 Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Gedung baru tiga lantai yang didirikan di lingkungan ponpes ini pun diberi nama Gedung "Hajjah Sudjiatmi".

Penyematan nama Ibunda orang nomor satu di negeri ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kepeduliannya terhadap keberadaan ponpes selama ini.

Didampingi Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukito, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dan beberapa pejabat lainnya, Ibunda Presiden menandai peresmian dengan menggunting untaian bunga.

(Baca Juga: Nama Ibunda Presiden Jokowi Diabadikan sebagai Gedung Ponpes di Solo)

Tak banyak kata yang disampaikan Sudjiatmi selain senyum dan ucapan terima kasih yang ia berikan usai meninjau ke dalam gedung yang pengelolaannya di bawah Yayasan Bani Agung Syuhada (YBAS) sekaligus juga penggelola ponpes.

Ketua YBAS Hj. Lilis Fatimah, istri mendiang Agung Syuhada pendiri ponpes, mengatakan, pihak ponpes sengaja menyematkan nama Ibunda Presiden Jokowi di gedung baru milik ponpes itu.

Karena ini merupakan cara ponpes menghargai kepedulian keluarga Presiden Jokowi khususnya sang ibunda terhadap kelangsungan kegiatan ponpes pasca meninggalnya Agung Syuhada 2017 lalu.

"Jujur, saja saya sempat down ketika suami sekaligus pendiri ponpes meninggal. Saya berpikir, bagaimana nanti kelangsungan belajar anak-anak ini ke depan," tuturnya.

Namun, karena dorongan dari Ibunda Presiden Jokowi agar dirinya tetap bertahan dan melanjutkan perjuangan sang suami, maka dirinya bangkit sehingga kegiatan ponpes tetap berjalan, bahkan jumlah santrinya juga bertambah.

"Saya masih ingat wejangan ibu Sudjiatmi yang membesarkan hati, bahwa saya tidak sendiri dalam meneruskan kelangsungan kegiatan ponpes. Akan banyak yang membantu. Dan itu dibuktikan beliau melalui utusannya yang selalu datang menyampaikan bantuan. Meski tidak besar, tapi bagi kami supportnya luar biasa," katanya.

Gedung Sujiatmi Notomiharjo dibangun sejak 2017. Gedung tersebut dibangun tiga lantai di mana masing-masing luas bangunannya 250 meter persegi di setiap lantai. Lantai satu diperuntukan operasional kegiatan belajar mengajar, lantai dua laboratorium, serta lantai atas untuk asrama.

Mendiang pengasuh sekaligus pendiri Kholifatullah Singo Ludiro ini semasa hidupnya dikenal sebagai guru mengaji keluarga Presiden Jokowi.

Adapun keluarga Presiden Jokowi yang mengaji ke almarhum KH Agung Syuhada yakni Ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo dan adik-adik Jokowi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini