nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hamas Tangkap 45 Agen Intelijen Israel di Gaza

Indi Safitri , Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 11:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 09 18 2001923 hamas-tangkap-45-agen-intelijen-israel-di-gaza-vKIA94833P.jpg Kelompok Hamas (Reuters)

GAZA - Kelompok Hamas menangkap puluhan warga Palestina yang diduga telah direkrut oleh Israel sebagai agen intelijen atau mata-mata. Penangkapan itu dilakukan menyusul misi rahasia pasukan keamanan Israel (IDF) yang gagal di teritori Hamas pada November lalu, yang menyebabkan terjadinya pertempuran sengit dan tegang.

"Dinas keamanan telah menangkap 45 agen setelah insiden keamanan di timur Khan Yunis November lalu dan mereka sedang diselidiki," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas, Iyad al-Bozum, sebagaimana dilansir dari RT, Rabu (9/1/19).

loading...

Dia tidak menyebutkan apakah mereka yang ditahan memiliki peran langsung dalam serangan Israel ke Jalur Gaza Selatan pada 11 November.

Orang-orang yang ditangkap diduga merupakan agen-agen Israel yang dilaporkan telah direkrut Israel melalui telepon dan media sosial, seringkali dengan menggunakan pemerasan.

Di saat Hamas berhasil menangkap mata-mata tersebut, selama bertahun-tahun, Israel terus merekrut agen-agen Palestina untuk membantu “mereka melakukan kejahatan terhadap rakyat kami,” ujar juru bicara Hamas, menarik mereka yang dipaksa oleh IDF untuk menyerahkan diri.

Seorang komandan Hamas dan seorang tentara Israel tewas dalam misi IDF di Khan Yunis pada November. Misi itu memicu baku tembak antara tentara Israel dan Hamas yang kemudian meluas menjadi pertempuran lintas perbatasan paling sengit sejak serangan Israel ke Gaza pada 2014.

Dalam apa yang mereka sebut sebagai ‘pembalasan’, Hamas dan Gerakan Jihad Islam di Palestina meluncurkan lebih dari 400 roket dan proyektil ke Israel selatan, mendorong IDF untuk merespons dengan menyerang lebih dari 150 target di daerah kantong Palestina.

Ketegangan yang berlangsung selama dua hari menyebabkan pengunduran diri Menteri Pertahanan, Avigdor Lieberman, yang menolak untuk menerima perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini