nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Boni Hargens Sebut Hoaks Surat Suara Tercoblos Sudah Didesain

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 15:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 337 2003120 boni-hargens-sebut-hoaks-surat-suara-tercoblos-sudah-didesain-RFSUfmrayn.jpg LPI (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Lembaga Pemilihan Indonesia (LPI) menganggap, Hoaks atau kabar bohong mengenai 7 kontainer berisikan surat suara yang telah dicoblos telah didesain sedemikian rupa.

Anggapan tersebut disampaikan oleh Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens. Menurutnya, ini bukanlah benar atau salah tapi bagaimana persepsi publik menerimanya.

loading...

 Baca juga: PDIP Sebut Hoaks Surat Suara Sistematis dan Melibatkan Sponsor Pendanaan

"Apakah itu artinya hoaks kontainer surat suara itu by design? Ya! Itu bukan soal benar atau salah, tapi soal bagaimana membentuk persepsi publik," kata Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens saat menghadiri diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

 Koferensi Pers LPI soal Hoaks Surat Suara (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Menurut Boni, hoaks yang disebar oleh Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief tersebut merupakan, salah satu cara yang dibuat dengan skenario untuk dapat ‎memenangkan persepsi publik. Boni mewaspadai, isu hoaks tersebut untuk menyukseskan calon presiden tertentu.

 Baca juga: Polri Diminta Ungkap Aktor Intelektual Hoax Surat Suara

"Hati-hati, karena di banyak negara pola ini sudah sukses menghantar pecundang menjadi presiden atau perdana menteri. Preseden itu yang meningkatkan libido para pecundang dalam kasus kontainer ini," terangnya.

Boni mengapresiasikan langkah Polri yang sudah bekerja keras dalam mengungkap pelaku hoaks tersebut. Namun, Boni juga meminta agar pihak kepolisian mengungkap aktor intelektual dalam kasus hoaks ini.

 Baca juga: Tersangka Hoaks Surat Suara Catut Nama BPN, Tim Prabowo-Sandiaga Selidiki Bagus Bawana

"Polisi mesti menyasar design besar di balik itu, sehingga, kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi pembangunan kesadaran politik masyarakat," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini