KECANGGIHAN teknologi gadget begitu memanjakan manusia. Bahkan, prangkat elektronik itu sudah tidak mengenal status dan usia. Alhasil, banyak anak di bawah umur kini telah keranjingan bermain gawai akibat lemahnya pengawasan dari orangtua.
Ada beberapa tips yang bisa dicoba orangtua agar anaknya tidak kecanduan bermain gadget, namun tidak pula membuatnya gagap teknologi (gaptek).
Akademisi sekaligus pendidik anak usia dini, Lilik Kusmiati punya tips khusus yang berhasil ia terapkan pada anaknya, Faiz (12) untuk tidak kecanduan berlebih pada gadget. Salah satunya ialah membatasi durasi waktu bermain gadget bagi sang buah hati.
Ia mengaku selalu mengingatkan anaknya bila dirasa telah terlalu lama dalam memegang perangkat elektronik tersebut. Batas waktu yang diberikan tak lebih dari satu jam.
Selain membatasi durasi bermain, Lilik juga melakukan pengawasan kala anaknya sedang asyik dengan gadgetnya. Alasan dirinya tetap membekali gawai pada anaknya agar mereka tetap melek teknologi. Dirinya tidak akan membiarkan Faiz bermain gadget tanpa ada pengawasan langsung dari orangtua.
Menurut dia, gadget akan berdampak positif dan memberi pengetahuan lebih kepada seluruh anak di bawah umur bila orangtuanya bisa mengendalikan secara baik.
"Kita main gadgetnya bersama. Sekadar tahu saja supaya anak enggak gaptek (gagap teknologi-red). Jadi, kalau ada temannya cerita dia bisa jawab 'aku juga tau' gitu," kata Lilik.
Begitupun dengan Hedi. Pegawai swasta itu punya trik jitu bagaimana mengawasi anaknya yang kerap sibuk 'menunduk' memerhatikan layar ponsel untuk bermain game online. Ia tak segan memberi pemahaman kepada sang buah hati jika terlalu lama bermain gadget maka bisa membahayakan kesehatan mata.
Meski begitu, ia tetap memberi waktu bagi Fathir Hadyan Zachary alias Zacky (8), sang buah hati untuk bercengkerama dengan gadgetnya, dengan durasi tidak terlampau lama. Sebab, jika tidak dibatasi waktunya, maka akan menimbulkan efek jangka panjang yang negatif terhadap tumbuh kembang anaknya, baik secara motorik maupun aspek psikologi sosialnya.
"Nah, ancaman ini yang enggak diperhatiin sama orangtuanya. Gampang kasih gadget ke anaknya karena efeknya baru kelihatan dalam jangka panjang," ucap Hedi.
Saat mendampingi Zacky bermain game, Hedi tak pernah bosan menjelaskan sisi positif bermain gadget. Seperti saat bermain game balap mobil, ia menjelaskan kepada anaknya, andai dipraktikkan ke dunia nyata, permainan itu mengajarinya bagaimana mengendarai mobil dengan fokus agar tidak mengalami kecelakaan.
"Kasih pengertian anak tentang apa yang dimainin versus dunia nyata. Contoh balapan itu ada di game dunia nyata, maka berkendara harus saling menhormati," tuturnya.
Selain menemani anak bermain gadget, Hedi mengaku tetap mengajak anaknya bermain permainan tradisional dan membebaskannya bersosialisasi dengan teman sebayanya. Ia selalu mengajak Zacky untuk lari pagi (jogging) setiap akhir pekan di hari Sabtu dan Minggu. Hedi juga membiarkan anaknya bergaul dengan teman-temannya di sekitar lingkungan rumah, agar tidak kuper.
"Tetap kita prioritaskan dia main dulu di luar sama temannya. Kalau pada enggak ada baru dia boleh main gadget. Main sepeda, main sama kucing, lari-larian. Biar badannya gerak," kata dia.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.