nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jual Kulit Harimau Sumatera dan Macan Dahan, Pria Paruh Baya Ditangkap Polisi

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 11:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 31 340 2011825 jual-kulit-harimau-sumatera-dan-macan-dahan-pria-paruh-baya-ditangkap-polisi-FZ5zj62jw6.jpeg Kulit harimau yang diamankan dari Besitang, Langkat. (Foto : Wahyudi Aulia Siregar/Okezone)

LANGKAT – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara menangkap seorang pria paruh baya berinisial IS, dari kediamannya di Dusun Pantai Gadung, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Minggu, 27 Januari 2019.

IS ditangkap karena kedapatan menyimpan dan menjual selembar kulit harimau sumatera (Phantera tigris sumatrae) dan selembar kulit macan dahan (Neofelis nebulosa) yang sudah diawetkan.

Direktur pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, Kombes Rony Samtana menyebutkan, penangkapan terhadap IS bermula dari informasi yang diperoleh polisi dari masyarakat, terkait adanya aktivitas penjualan kulit harimau sumatera di Kecamatan Besitang.

Berbekal informasi tersebut, polisi kemudian mengirimkan petugas untuk menyamar menjadi pembeli. Petugas yang dikirimkan pun berhasil memancing tersangka untuk bertransaksi hingga akhirnya IS diidentifikasi berada di di Besitang. Polisi pun melakukan pengejaran dan berhasil menangkap IS tanpa perlawanan dengan barang bukti selembar kulit harimau sumatera dan selembar kulit macan dahan.

"Dua lembar kulit harimau itu dijual tersangka dengan harga masing-masing Rp17 juta," kata Rony saat memaparkan kasus itu di Mapolda Sumut, Kamis (31/1/2019).

Harimau sumatera ditemukan mati. (Ilustrasi/Dok BBKSDA Riau)

Dari hasil penyidikan mereka, lanjut Rony, tersangka IS tidak bekerja sendiri. Dia mendapatkan kulit harimau itu dari rekannya berinisial H dan R, yang berdomisili di Kuala Simpang, Kabupaten Langkat.

"Beliau hanya menjual, sedangkan kulit harimau itu didapat dari pemburu berinisial H dan R. Kini keduanya sedang kita kejar dan kita minta untuk segera menyerahkan diri," ujarnya.

(Baca Juga : Kebiasaan Tidur di Lantai, Harimau "Ayu" di Taman Rimba Jambi Mati)

Saat ini, kata Rony, kulit harimau yang berhasil mereka sita itu telah diserahkan kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebagai otoritas yang berwenang. Sementara tersangka dijerat Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Ancamannya pidana 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta," katanya.

(Baca Juga : Dugong Seberat 400 Kilogram Terdampar di Karimun Kepulauan Riau)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini