PURWOREJO - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 343 desa di seluruh kecamatan di Kabupaten Purworejo, Kamis (31/1) diwarnai duka. Seorang pemuda warga Desa Dukuh Dungus, Inggit Sudibyo (28) tewas disaat akan menggunakan hak suaranya di TPS desa setempat.
Kapolres Purworejo melalui Kapolsek Grabag AKP Sarpan membenarkan adanya peristiwa ini.
“Saat menerima panggilan panitia, korban mendekat pada petugas pencatat kehadiran pemilih kemudian menukar kartu undangan, selanjutnya korban masuk bilik. Saat akan mencoblos, korban terjatuh,” katanya.
Panitia bersama petugas kesehatan berupaya menolong dan membawa korban ke kantor desa. “Namun saat dilakukan pemeriksaan, korban positif sudah meninggal,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban yang seorang petani ini sejak kecil memiliki riwayat penyakit kanker darah (leukeumia).
Sementara itu, Bupati Purworejo H Agus Bastian mengakui punjungan politik dan money politik dalam kegiatan Pilkades masih sulit dihindari karena sudah mentradisi.
“Jangankan di Pilkades, pemilihan organisasi apapun selama ini ada juga yang melakukan money politik,” kata Agus.
Diakui, sejak dulu, bahkan sebelum istilah money politik banyak didengungkan, perlakuan seperti ini sudah ada.
“Bahkan dulu lebih terang-terangan, dalam Pilkdes calon mengumpulkan warga dan diberi amplop dengan alasan sebagai uang pengganti kerja,” jelasnya.

(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.