Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berhasil Membangun Indonesia, Relawan Optimis Jokowi 2 Periode

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Kamis, 31 Januari 2019 |19:38 WIB
Berhasil Membangun Indonesia, Relawan Optimis Jokowi 2 Periode
Jokowi Saat Meninjau Pembangunan Infrastruktur di Daerah (foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Sebagai Presiden, Joko Widodo (Jokowi) dianggap berhasil membangun infrastruktur di daerah. Pria yang kini maju sebagai calon presiden nomor urut 01 itu membangun infrastruktur dari pinggir daerah.

Dewan Pengarah Relawan Pengusaha Nasional (Repnas), Muhammad Lutfi mengatakan, di bidang infrastruktur, dari 2014 - 2018, Jokowi sudah membangun lebih dari 22 Gigawatt infrastruktur pembangkit listrik dan jalan tol sepanjang 671 Km atau 161 Km per tahun.

(Baca Juga: Jelang Debat Pilpres Kedua, TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Matangkan Persiapannya Minggu Depan) 

BRI Dukung Industri Infrastruktur Nasional melalui Acara Konstruksi Indonesia 2018

"Ini 8 kali lebih panjang dibandingkan pemerintah sebelumnya dan banyak lagi proyek-proyek infrastruktur lainnya yang sudah sangat dirasakan masyarakat. Itu merupakan komitmen Pak Jokowi untuk kemajuan bangsa,” kata Ketua BKPM termuda dan Menteri Perdagangan di era SBY ini.

Dia menambahkan, bidang pendidikan juga menjadi program prioritas Jokowi dengan diluncurkannya Kartu Indonesia Pintar. "Pada tahun 2030, 90 persen workforce akan lulus SMA dan 60 persen akan lulus sebagai sarjana, hal ini merupakan modal bagi Indonesia untuk bisa keluar dari middle income trap," ucap Lutfi.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini juga menyatakan, pembangunan infrastruktur akan mendorong tumbuhnya lapangan pekerjaan. Hal ini dibuktikan dengan turunnya angka pengangguran dari 5,7 persen menjadi 5,1 persen di 2014. Namun hal yang menarik di 2015, angka pengangguran sempat naik menjadi 5,8 persen.

“Saya terus cari dan mencari, kenapa hutang naik, pengangguran naik di tahun tersebut dan ternyata jawabannya adalah di pembangunan infrastruktur dari pinggir. Jokowi telah membangun Indonesia tidak hanya di pusat atau kota-kota besar saja diseluruh Indonesia, akan tetapi menyeluruh di seluruh pelosok negeri. Pembangunan infrastruktur dari pinggir merupakan suatu pilihan yang sangat sulit, untuk itu kebijakan Pemerintah Jokowi harus diapresiasi,” tutur dia.

Debat Capres, Visi & Misi HAM Jokowi Dinilai Lebih Maju 

Lutfi menerangkan, kini perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik telah terjadi. Angka kemiskinan di 2014 mencapai 10.96 persen dan telah turun menjadi 9.66 persen di 2018. Angka ketimpangan antara yang miskin dan kaya semakin turun dari tahun ke tahun dalam 4 tahun terakhir.

(Baca Juga: Koalisi Alumni Diponegoro Akan Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin) 

Dalam paparannya, Lutfi optimis, dengan komitmen, kerja keras, dan pola pembangunan dari pinggir ala Jokowi, angka kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia akan terus turun. Oleh karenanya, dia yakin pasangan Jokowi bisa dua periode bersama KH Ma'ruf Amin.

"Kemudian, pada tahun 2045, genap 100 tahun setelah Indonesia merdeka, Indonesia akan menjadi negara nomor 4 di dalam ranking ekonomi dunia," kata dia.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement