Karena trombositnya terus menurun, sambung Nuryati, selanjutnya perawatan Andre dipindahkan ke ruang IGD RSU Kota Tangsel. Disana, trombosit Andre kian berangsur turun menjadi 4.000, lalu turun lagi 2.000, kemudian 1.800, hingga sempat drop dengan trombosit hanya 1.100.
"Dia sempat drop, trombositnya cuma 1100, tapi memang naik lagi jadi 1.800," tambahnya.
Selama berhari-hari menjalani perawatan intensif di RSU, tak memberi pemulihan atas kondisi trombosit dan kesehatan Andre. Dia pun harus menyerah, sengatan virus nyamuk DBD ganas membuat anak pertama dari 4 bersaudara itu berpulang untuk selamanya pada Jumat 25 Januari 2019, sekira pukul 13.45 WIB.
Disampaikan Nuryati, sebelumnya pihak RSU menduga ada penyakit Flek yang juga memengaruhi kesehatan Andre. Atas saran dokter, lantas dilakukan rontgen pada bagian paru.
Begitu hasil rontgen keluar, Andre kemudian dipindah ke kamar perawatan lainnya. Meski begitu, dikatakan Nuryati, penyakit demam berdarah lah yang menyebabkan kesehatan putranya itu menurun drastis.
"Ya memang sempat dirontgen juga parunya, terus dipindahin ruangannya karena positif kena flek juga. Tapi yang jadi penyebab dia sakit sampai trombositnya turun itu ya karena DBD, karena dari Puskes juga memang sudah diagnosanya begitu," ungkapnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.