nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Berakhir Damai, Pelaku Minta Maaf

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 21:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 04 510 2013795 kasus-pemerkosaan-mahasiswi-ugm-berakhir-damai-pelaku-minta-maaf-aVcmJjZ1uE.jpg (Foto: Harianjogja)

SLEMAN - Dugaan kasus perkosaan terhadap mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terjadi saat KKN di Maluku pada 2017 berujung damai. Baik terduga pelaku, HS dari Fakultas Teknik maupun korban Agni (bukan nama sebenarnya) dari Fisipol, telah sepakat berdamai.

Rektor UGM, Panut Mulyono mengungkapkan telah ada kesepakatan penyelesaian antara HS, Agni dan UGM sebagai institusi tempat keduanya belajar.

“Pihak-pihak terkait dengan kesungguhan hati, ikhlas, lapang dada, dan telah saling bersepakat memilih penyelesaian internal UGM. Saudara HS menyatakan menyesal, mengaku bersalah dan memohon maaf atas perkara yang terjadi Juni 2017, kepada pihak saudari AN disaksikan UGM begitu. Kemudian bahwa saudara HS, sudari AN dan UGM menyatakan perkara ini sudah selesai (damai),” ucap Panut saat konferensi pers, Senin (4/2/2019).

Ilustrasi.

Dikatakan Panut dalam kesepakatan tersebut keduanya juga wajib mengikuti konseling dengan psikolog dari internal UGM, maupun sesuai atau yang dipilih masing-masing pihak. Sampai nanti dinyatakan selesai oleh psikolog yang menangani.

(Baca juga: Pemerkosaan Mahasiswi UGM: Bagaimana Universitas Menangani Kekerasan Seksual?)

Panut mengatakan HS harus mengikuti mandatory konseling, sementara korban juga harus mengikuti trauma konseling. Diungkapkan Panut, keseluruhan biaya akan ditanggung oleh UGM, termasuk biaya perkuliahan korban.

Panut juga meminta kepada Fakultas Teknik dan Fisipol untuk mendampingi keduanya hingga menyelesaikan pendidikan pada Mei 2019 mendatang dan mengawal hal-hal yang telah disepakati.

Panut menegaskan dalam jalan damai ini tidak ada paksaan dari pihak universitas atau pihak manapun. Keduanya telah menandatangani kesepakatan di kertas bermaterai.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini