nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erupsi Gunung Karangetang, 1 Desa Terisolasi

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 20:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 06 340 2014560 erupsi-gunung-karangetang-1-desa-terisolasi-bZFhulPmBZ.jpg Warga Desa Batubulan mengungsi akibat erupsi Gunung Karangetang. (Foto : Subhan Sabu/Okezone)

SITARO – Panjang tumpukan leleran lava Gunung Karangetang di Sungai Melebuhe mencapai sekitar 3.500 meter dari puncak kawah II. Di ujung tumpukan leleran lava terjadi penguapan dan menimbulkan kepulan asap putih tebal mengepul dan guguran dari pinggiran tubuh lava sering terjadi yang menimbulkan asap cokelat, kelabu, terkadang kehitaman tipis sampai tebal.

Visual dari pos pengamatan gunung api Karangetang, gunung terlihat jelas dengan kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III namun asap kawah tidak teramati. Asap kebiruan tipis condong dan menyebar di lereng tubuh gunung serta bau belerang tercium lemah sampai di pos.

"Suara gemuruh lemah sampai agak kuat terdengar sampai di pos pengamatan gunung api," ujar Kepala Pos Pemantau Gunung Api Karangetang, Yudia Prama Tatipang, Rabu (6/2/2019).

Gunung Karangetang. (Foto : Subhan Sabu)

Kondisi terkini dari lava Gunung Karangetang sudah menutupi jalan menuju Desa Batubulan. Hal ini mengakibatkan masyarakat di desa tersebut terisolasi sejak kemarin sehingga sudah tidak bisa lagi melewati jalan raya.

"Kami sudah melakukan evakuasi masyarakat ke Desa Ondong dengan menggunakan perahu," ucap Danramil 02 Siau Kapten Inf Pitter Masina.

(Baca Juga : Gunung Karangetang Erupsi Luncurkan Lava, Ratusan Orang Mengungsi)

Selain Desa Batubulan, empat desa lainnya masuk cakupan bencana, yaitu Niambangeng, Kawahang, Kiawang, dan Hiung, Kecamatan Siau Barat Utara. Sebanyak 112 jiwa dari 33 kepala keluarga mengungsi. Rinciannya, 16 KK atau 54 jiwa mengungsi di Gereja GMIST Nazareth Niambangeng dan sebanyak 17 KK atau 58 jiwa di kantor Desa Batubulan.

(Baca Juga : Guguran Lava Gunung Karangetang Meluncur ke 4 Desa, Ratusan Jiwa Mengungsi)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini