Jembatan Emas Babel Rusak, Ratusan Kontainer Tertahan 4 Hari di Pelabuhan

Arsan Mailanto, Okezone · Kamis 07 Februari 2019 20:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 07 340 2015036 jembatan-emas-babel-rusak-ratusan-kontainer-tertahan-4-hari-di-pelabuhan-tK7tXSKtTA.jpg Jembatan Emas (Foto Arsan Malianto)

PANGKALPINANG - Ratusan kontainer milik PT Bangka Jaya Line (BJL), tertahan di gudang di Pelabuhan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang. Kontainer tersebut tak bisa keluar lantaran ikon jembatan EMAS Babel dalam keadaan tertutup diduga mengalami kerusakan.

Kepala Cabang PT Bangka Jaya Line Eko Supriyadi mengatakan, ada ratusan kontainer milik perusahaan mereka yang mau berangkat menuju Jakarta pada hari ini, Kamis (7/2/2019).

"Lihat saja ada seratus lebih kontainer kita tertahan tidak bisa keluar. Bagaimana mau keluar jembatan katanya rusak. Sudah empat hari kok masih belum beres juga," ujarnya kepada awak media di Pangkalpinang, Kamis (7/2/2019).

 Baca juga: Miris Jembatan Gantung Rapuh Ini Intai Keselamatan Warga

Ia menyatakan jika dipaksakan kontainer untuk keluar, maka otomatis kapal akan tersangkut di badan jembatan.

 Jembatan Emas (Arsan Malianto/Okezone)

"Kami harap Pemprov untuk cepat bertindak, karena kami sangat dirugikan dalam hal ini. Apalagi pihak perusahaan sudah tangan kontrak dengan pihak lain, mereka tahunya hari ini kontainer kami harus sampai Jakarta," keluh Eko.

Jembatan Emas merupakan ikon Provinsi Bangka Belitung, sebuah jembatan dengan sistem buka tutup dan membentang persis di atas perairan Pangkal Balam, Pangkalpinang. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses keluar masuknya kapal di Pelabuhan Pangkal Balam.

 Baca juga: Jembatan Penghubung 6 Desa di Bungo Rusak Parah, Tak Pernah Ada Perbaikan

Jika kapal-kapal besar hendak melintas, maka jembatan dalam keadaan terbuka. Namun, sejak empat hari lalu jembatan masih dalam keadaan tertutup, akibat terjadi trouble pada sistem. Sehingga kapal dengan bobot yang besar dan menjulang tinggi tidak bisa melintas.

"Sebetulnya jauh hari kita memang sudah menolak dibangunnya jembatan ini, karena berada di jalur utama masuk pelabuhan. Tapi kembali lagi, buatan manusia pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Ternyata apa yang kita khawatirkan terjadi," ungkap Eko.

 Baca juga: Kritik Warga soal Jembatan Kaca di Tana Toraja Retak: Mengerikan, Ini soal Nyawa Orang

Atas insiden tersebut menurutnya, pihak perusahaan dan laju perekonomian di Babel dirugikan.

"Iya, kalau saat ini mungkin hanya kami yang dirugikan, tapi kalau dibiarkan berlama-lama akan berdampak pada perekonomian warga. Karena di sinilah jalur keluar masuk bahan kebutuhan pokok dan lainnya di Pulau Bangka," tukas Kepala Cabang PT BJL itu.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini