nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Cinta dan Perjuangan Sejoli Beda Negara yang Berujung di Penjara

Ade Putra, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 15:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 08 340 2015364 kisah-cinta-dan-perjuangan-sejoli-beda-negara-yang-berujung-di-penjara-CfSV3td5Ni.jpg

ENTIKONG - Ada yang bilang cinta itu buta. Cinta bisa datang dan tak ada yang bakal memprediksi. Tak ada yang tahu dengan siapa, dimana dan bagaimana seseorang akan menemukan tambatan hatinya.

Seperti yang terjadi pada pasangan beda negara ini. Mereka dipertemukan di tempat yang tak terduga. Keduanya adalah Tricia Beatric (18) warga Malaysia yang akrab disapa Sia dan Nando (22) warga Desa Empoto, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Kedua tanpa sengaja bertemu di sebuah restoran di Kuching, Sarawak, Malaysia sekitar tujuh bulan lalu. Dari pertemuan itu, keduanya intens berkomunikasi. Sampai akhirnya Nando yang bekerja sebagai pramusaji di restoran tersebut mendapat izin pulang ke rumahnya, pekan lalu.

Karena tak ingin ditinggal pujaan hatinya, Sia akhirnya ikut Nando mudik ke Noyan. Kepergian Sia ke Indonesia tanpa seizin orangtuanya. Khawatir terhadap kondisi anak gadisnya, orangtua Sia melapor hak ini ke Kepolisian Malaysia. Kemudian diteruskan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Sarawak.


PLBN Entikong (Foto: MNC Media)

"Pihak Konsulat kemudian berkoordinasi dengan Polres Sanggau untuk memulangkan Sia ke Malaysia," kata Waka Polsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda, kepada sejumlah wartawan, Kamis (7/2/2019).

Dikatakan Eeng, sesuai perintah Kapolres Sanggau, tim Polsek Entikong diberangkatkan menuju Noyan untuk menjemput Sia. "Tadi malam Sia ini sampai ke Mapolsek Entikong, dan siang tadi Sia dijemput Polisi Malaysia," jelas Eeng.

Hasil keterangan dari sejoli ini diketahui, bahwa Nando sudah melarang Sia masuk ke Indonesia. Tetapi, karena hati yang sedang berbunga-bunga, Sia pun bersikeras untuk ikut Nando pulang kampung.

"Awalnya Sia ini masuk ke Indonesia secara legal menggunakan dokumen PLB yang berlaku sehari. Karena dia tidak kembali ke negaranya, keberadaan Sia di Indonesia menjadi ilegal," ujar Eeng.

Saat berada di Mapolsek Entikong, Sia mengaku sangat mencintai Nando. Meski orangtuanya tidak merestui. Dia tidak ingin berpisah dengan Nando, yang sudah dipacari sekitar tujuh bulan lalu.

"Saya cinta dengan dia, karena dia setia. Katanya cinta itu perlu diperjuangkan, dan ini perjuangan saya untuk dia," ucap Sia. Kini, sejoli ini sudah berpisahkan oleh jarak. Mereka masing-masing sedang berupaya menyatukan hatinya kembali.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini