nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ajarkan Wudhu Diawali Tangan Kiri, Paguyuban Tapak Wali Resahkan Warga Jambi

Azhari Sultan, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 12:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 340 2017265 ajarkan-wudhu-diawali-tangan-kiri-paguyuban-tapak-wali-resahkan-warga-jambi-PjahLLofem.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAMBI - Warga di Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi baru-baru ini dibuat resah. Pasalnya, muncul suatu paguyuban bernama Tapak Wali yang disinyalir menyebarkan aliran sesat.

Dari informasi yang didapat, Paguyuban Tapak Wali ini berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka ditengarai mengajarkan anggotanya selalu mendahulukan tangan kiri setiap kali berwudhu baru kemudian tangan sebelah kanan.

Ketua MUI Kabupaten Tanjungjabung Timur, KH As’ad Arsyad turut bereaksi. Saat ditemui wartawan, ia membenarkan kemunculan paguyuban yang diduga sesat tersebut.

"Paguyuban seni beladiri pernapasan Tapak Wali ini awal berdirinya di Kabupaten Tanjungjabung Timur ini di Kecamatan Geragai sekitar hampir kurang lebih satu tahun yang lalu dan sekarang sudah menyebar ke tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjungjabung Timur," ujarnya, Rabu (13/2/2019).

Di antara wilayah sebaran ajaran mereka yakni Kecamatan Geragai, Kuala Jambi, Muara Sabak Barat, Mendahara, Muara Sabak Timur, Rantau Rasau dan Kecamatan Mendahara Ulu. "Saat ini jumlah anggota mereka sebanyak 130 orang yang diduga mengajarkan aliran menyimpang," tutur As'ad.

Dalam aksinya, paguyuban ini mengajarkan bahwa berwudhu harus mendahulukan tangan kiri baru kemudian tangan kanan. Diakuinya, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanjung Jabungjabung Timur telah memanggil para pengurus Paguyuban Tapak Wali Kabupaten Tanjungjabung Timur untuk membahas tentang dugaan penyimpangan perilaku mereka.

"Dalam kesepakatan rapat itu, belum ada kesimpulan bahwa ajaran yang disebar melalui buku oleh Tapak Wali itu sesat," kata dia.

Alasannya, lanjut As'ad, sejumlah pertanyaan yang diajukan belum bisa dijawab mereka dengan alasan pimpinannya yang lebih paham.

"Namun, dalam rapat disepakati untuk sementara segala aktifitas Tapak Wali dihentikan. Untuk itu ke depan kita akan adakan lagi pertemuan selanjutnya dengan menghadirkan pimpinan besar Paguyuban Tapak Wali ini," ujar As'ad.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini