nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Kepala Intelijen Saudi Ungkap Hubungan Rahasia Antara Riyadh dengan Israel

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 10:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 14 18 2017751 mantan-kepala-intelijen-saudi-ungkap-hubungan-rahasia-antara-riyadh-dengan-israel-FKfUbZbEaQ.jpg Pangeran Turki Al-Faisal. (Foto: Reuters)

RIYADH – Mantan kepala intelijen Arab Saudi, Turki al-Faisal pekan ini berbicara mengenai hubungan rahasia antara Israel dengan beberapa negara Teluk, termasuk Arab Saudi yang telah terjalin selama 25 tahun.

Menurut laporan surat kabar Qatar, Al Arab, hal itu diungkap Al-Faisal dalam wawancaranya dengan jurnalis Israel, Barak Ravid. Ravid mengklaim telah berbicara dengan 20 pejabat terkemuka negara-negara Teluk yang mengetahui mengenai hubungan rahasia tersebut, tetapi tidak ada yang berbicara di depan kamera.

Dia mengatakan bahwa Al-Faisal setuju untuk mengungkap mengenai masalah itu dalam sebuah program bertajuk “Rahasia Negara Teluk” yang membahas mengenai hubungan antara Israel dengan Arab Saudi, Bahrain dan Qatar. Demikian dilansir Middle East Monitor, Kamis (14/2/2019).

TV Israel hanya menyiarkan dua menit wawancara tersebut dan rencananya akan menayangkan keseluruhannya sebagai sebuah serial.

Dalam dua menit wawancara yang telah ditayangkan, Al-Faisal menyebut situasi Israel-Palestina sebagai "masalah Palestina atau menyelesaikan konflik," bukan menggunakan istilah “konflik Arab-Israel”seperti yang digunakan oleh negara-negara Arab dan disebutkan dalam Inisiatif Perdamaian Arab yang disusun oleh Arab Saudi.

Dalam seri wawancara tersebut, Ravid mengklaim dia akan mengungkapkan informasi tentang "dunia hubungan ekonomi, politik dan militer" antara Israel dan Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dia menambahkan bahwa sebagian besar warga Israel tidak tahu tentang hubungan ini, karena mereka dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri Israel, bersama dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Al-Faisal dikenal sebagai tokoh yang mendukung terbentuknya negara Israel. Dia telah berulangkali berbicara dengan media Negara Zionis itu dan mengkritik perlawanan yang dilakukan oleh warga Palestina.

Selama serangan berdarah Israel di Gaza pada 2014, Al-Faisal - yang merupakan anggota keluarga kerajaan Saudi dan mantan duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat - mengatakan bahwa dia akan menyambut orang-orang Israel di rumahnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini