nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurnalis Pengkritik Duterte Bebas dengan Uang Jaminan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 17:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 14 18 2018001 jurnalis-pengkritik-duterte-bebas-dengan-uang-jaminan-4ynqcdWkj9.JPG Maria Ressa, Pemimpin Redaksi Rapler yang sering mengkritik Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto/Reuters

MANILA – Pemimpin Redaksi yang suka mengkritik Presiden Filipina Rodrigo Duterte bebas dengan membayar uang jaminan pada Kamis, (14/2/2019) sehari setelah dia ditangkap atas tuduhan pencemaran nama baik yang menurut para kritikus adalah upaya pemerintah untuk menakuti wartawan.

Maria Ressa adalah Pemimpin Redaksi platform berita Rappler, seorang wartawan pemenang penghargaan. Ia ditangkap di kantornya di Manila pada Rabu. Upaya penangkapan disebut ditujukan untuk mengintimidasi mereka yang menentang kekuasaan Duterte.

"Bagi saya ini tentang dua hal—penyalahgunaan kekuasaan dan hukum," kata Ressa mengutip Reuters.

“Anda harus mengekspresikan kegelisahan dan melakukannya sekarang. Kebebasan pers bukan hanya tentang jurnalis, bukan hanya tentang kami, ini bukan hanya tentang saya, ini bukan hanya tentang Rappler. Kebebasan pers adalah dasar dari setiap hak tunggal dari setiap warga Filipina atas kebenaran, ” katanya kepada wartawan setelah memberikan jaminan.

Foto/Reuters

Baca: Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina Diyakini "Tiru" Aksi di Surabaya

Baca: Bercanda Pernah Pakai Ganja di KTT ASEAN, Duterte Diminta Jalani Tes Narkoba

Ressa dituduh membuat berita yang mengandung fitnah di Rappler pada 2012, yang diperbarui pada 2014, yang menghubungkan seorang pengusaha Filipina dengan pembunuhan, perdagangan manusia dan penyelundupan narkoba. Rappler mengutip informasi yang terkandung dalam laporan intelijen tahun 2002 tetapi tidak mengatakan lembaga mana yang menyusunnya.

Pengacara pengusaha mengatakan informasi itu salah dan bahwa artikel fitnah dan dia ingin membersihkan namanya.

Duterte secara terbuka memperlihatkan kekesalannya pada Rappler, dan sering berdebat dengan para reporternya, yang dikenal suka mengivestigasi kebijakan Duterte, serta mempertanyakan keakuratan pernyataan Duterte yang sering kali kasar.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini