nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kawanan Gajah Masuki Pemukiman Warga Pekanbaru, Petugas Bunyikan Petasan

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 16:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 20 340 2020614 kawanan-gajah-masuki-pemukiman-warga-pekanbaru-petugas-bunyikan-petasan-liu55YXIcG.jpg Ilustrasi Gajah dan Anaknya (foto: Ist)

PEKANBARU - Kawanan Gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) kembali memasuki pemukiman di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. Gajah-gajah tersebut memakan hasil pertanian milik warga.

Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Heru Sutmantoro mengatakan, beradasarkan laporan warga kawanan gajah sudah masuk pemukiman sejak 19 Febuari 2019. Dia menyatakan gajah tersebut berjumlah 11 ekor.

(Baca Juga: Kondisi Gajah Mengkhawatirkan, Perusahaan di Riau Diminta Lakukan Perlindungan) 

"Kita mendapat laporan warga Jalan Sri Sejahtera Ujung Sei Rantau Panjang RT 04 RW 05 Kelurahan Agrowisata tentang adanya gajah memasuki pemukiman dan memakan hasil pertanian warga. Kita sudah bergerak ke lokasi," Heru Sutmantoro Rabu (20/2/2019).

Selain dari BBKSDA Riau, penanganan gajah yang masuk pemukiman juga dibantu oleh tim dari pusat latihan gajah (PLG) Minas. Selain merusak hasil pertanian, gajah tersebut juga merusak salah satu pondok milik warga.

"Di lokasi ditemukan pondok yang rusak milik seorang warga bernama Azuar," ujarnya.

Kawanan Gajah Memasuki Pemukiman di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau (foto: Banda Haruddin Tanjung/Okezone)	 

Petugas pun menelusuri jejak kawanan gajah. Tidak lama petugas menemukan kawanan gajah di perkebunan sawit milik warga. Tim gabungan melakukan penghalauan agar gajah tersebut menjauh dari pemukiman.

Kawanan gajah itu dihalau ke pinggiran Sungai Takuana, masih di sekitar lokasi gangguan di Kelurahan Agrowisata. Untuk melakukan penggiringan, petugas menggunakan bunyi bunyian.

"Kita menghidupkan petasan. Jadi kita masih melakukan penghalauan dengan cara manual. Namun jika nantinya gajah liar itu sulit dikendalikan kita akan gunakan gajah latih," katanya.

Dia menjelaskan, gajah tersebut merupakan kawanan yang selama ini tinggal di Taman Hutan Raya (Tahura) Kabupaten Siak. Namun karena kasawan gajah itu porak poranda, gajah liar itu sampai pemukiman warga.

(Baca Juga: Jati Mati, Gajah di Solo Zoo Kini Tinggal Dian dan Manohara) 

"Habitat gajah telah rusak. Kelompok gajah itu terbagi dua. Satu kelompok jumlahnya 13 ekor sementara kelompok dua 11 ekor. Kawanan yang 11 ekor ini yang sering ke pemukiman. Tapi semua yang dilewati kawanan gajah itu sebelumnya adalah habitatnya. Jadi saat gajah tersebut kembali melintas di lokasi yang sekarang jadi perkebunan, kawanan itu akan memakan apa saja," tutur dia.

Untuk mengantisipasi hewan bongsor tidak masuk ke pemukiman, tim masih berjaga di sekitaran lokasi. Pada November 2018, kawanan gajah kelompok 11 ini juga masuk ke perkebunan warga.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini