Mantan GAM Laporkan Sandiaga dan Dahnil Anzar ke Polisi Terkait Lahan Prabowo

Windy Phagta, Okezone · Senin 25 Februari 2019 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 25 340 2022679 mantan-gam-laporkan-sandiaga-dan-dahnil-anzar-ke-polisi-terkait-lahan-prabowo-b38mLz0BTj.jpeg Mantan GAM melaporkan Sandiaga dan Dahnil Anzar ke Polda Aceh (Windy/Okezone)

BANDA ACEH – Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melaporkan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno dan Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak ke Polda Aceh, atas dugaan menyebar fitnah dan pencemaran nama baik.

Mereka yang menamakan diri Koalisi Eks Kombatan Aceh Bersatu melaporkan Sandi dan Dahnil karena pernyataan keduanya yang menyebut lahan Prabowo Subianto di Aceh Tengah dan Bener Meriah dimanfaatkan oleh mantan GAM, dinilai merugikan mereka.

Joni Suryawan bersama 10 temannya sesama eks kombatan GAM wilayah Bener Meriah, Senin (25/02/2019) sore, mendatangi Mapolda Aceh di Banda Aceh untuk melaporkan Sandiaga dan Dahnil.

Mereka memberi kuasa kepada pengacara Muhammad Reza Maulana dan Denni Arie Mahesa untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

 

Sandiaga Uno (Bramantyo/Okezone)

Joni Suryawan mengatakan, pernyataan Sandiaga Uno dan Dahnil Anzar Simanjuntak soal penguasaan lahan Prabowo oleh mantan kombatan GAM sangat merugikan pihaknya selaku eks kombatan.

“Kami merasa dirugikan, apa yang disampaikan itu tidak pernah kami terima, ini fitnah dan hoaks yang dampaknya luar biasa juga buat kami, kami tidak ada urusan dengan politik,” ujar Joni Suryawan.

(Baca juga: Eks Panglima GAM Bantah Lahan Prabowo di Aceh Dikuasai Mantan Kombatan: Itu Dusta!)

Sementara Reza Maulana mengatakan, pernyataan Sandiaga dan Dahzil soal lahan Prabowo dimanfaatkan eks GAM tidak benar. “Faktanya itu tidak benar,” ujarnya.

(Baca juga: BPN: Banyak Kombatan GAM yang Manfaatkan Tanah Milik Prabowo di Aceh)

Dia menilai Sandiaga Uno dan Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan pencemaran nama baik, fitnah dan menyebarkan berita bohong terkait pernyataannya tersebut.

Pelapor menganggap perbuatan keduanya bertentangan dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini