nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disapu Puting Beliung, Puluhan Rumah di Lereng Gunung Sumbing Rusak

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 10:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 25 512 2022370 disapu-puting-beliung-puluhan-rumah-di-lereng-gunung-sumbing-rusak-wppn6bosa9.jpg Ilustrasi (Okezone)

TEMANGGUNG - Sedikitnya 38 rumah mengalami rusak berat dan ringan akibat puting beliung menerjang lereng Gunung Sumbing di Desa Gondosuli dan Pasuruan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu 24 Februari kemarin. Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Gito Walngadi mengatakan, puting beliung terjadi bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur di lereng Gunung Sumbing.

Petugas dari BPBD, relawan, PMI, TNI dan Polri bahu membahu bergotong royong untuk membersihkan material dan memperbaiki rumah yang rusak. "Kami langsung terjunkan tim untuk mendata dan membantu perbaikan," kata Gito, Senin (25/2/2019).

Ke 38 rumah itu semuanya mengalami kerusakkan pada atap rumah. Angin kencang menerbangkan atap rumah warga yang terbuat dari genteng.

Di Desa Gondosuli puting beliung merusak di tiga dusun yakni di RT 5 RW 04 Dusun Purwosari dengan 3 rumah rusak berat dan 3 rumah rusak ringan, di RT 4 RW 01 Dusun Gondosuli ada 4 rumah rusak ringan dan satu rusak berat dan di RW 05 RW 03 Dusun Ngadisari terdapat satu rumah rusak sedang.

"Di Desa Gondosuli terdapat lima warga yang mengungsi ke rumah famili karena rumah tidak dapat dihuni. Mereka terdiri dua laki-laki dan 3 perempuan dengan satu belita," katanya.

Dia mengatakan di Desa Pasuruan puting beliung menerjang di RT 12 dan RT 13 RW 04 Dusun Sosoran dengan 16 rumah rusak ringan, di R T 14 RW 05 Dusun Papringan Desa Pasuruan terdapat dua rumah rusak ringan dan RW 3 RT 01 Dusun Banyuurip terdapat empat rumah rusak ringan.

Bantuan berupa logistis diberikan pada korban, terutama pada balita agar kesehatannya tetap terjaga. " Gotong royong membersihkan material yang berserakan dihetikan sementara untuk dilanjutkan pada esok hari mengingat hari telah gelap," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini