nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Bekasi dan Kroni-kroninya Disidang Terkait Suap Proyek Meikarta Besok

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 15:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 26 337 2023043 bupati-bekasi-dan-kroni-kroninya-disidang-terkait-suap-proyek-meikarta-besok-1Ac2m9sLjd.jpg Bupati Bekasi, Neneng Hasanah. (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menerima informasi jadwal persidangan perkara dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta untuk Bupati nonaktif Bekasi, Neneng Hasanah Yasin dan kroni-kroninya dari Pengadilan Tipikor Bandung.

Rencananya, Neneng Hasanah Yasin; Kadis PUPR Kabupaten Bekasi‎, Jamaludin; Kadis Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahor; Kadis DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; dan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi, akan disidang besok, Rabu, 27 Februari 2019.

"Persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung dengan agenda pembacaan dakwaan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2019).

Febri mengimbau publik turut serta mengawal proses hukum ini di persidangan. Ditambahkan Febri, persidangan untuk Neneng Hasanah dan kroni-kroninya terbuka untuk umum.

(Baca Juga: James Riady Akui Pernah ke Rumah Bupati Bekasi, Jaksa: Bahas Izin Meikarta?)

"Persidangan yang terbuka untuk umum juga dapat menjadi proses pembelajaran bagi kalangan mahasiswa dan akademisi terkait dengan proses beracara dalam penanganan kasus korupsi," ujarnya.

KPK telah mengungkap praktik rasuah pengurusan izin proyek Meikarta yang menjerat sembilan orang tersangka. ‎Adapun, sembilan tersangka Neneng Hasanah dan Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro.

KPK Tetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai Tersangka Korupsi Suap Proyek Meikarta

Selain Neneng dan Billy, ‎KPK juga menetapkan tujuh orang lainnya yakni, dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahor (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

Pihak-pihak yang diduga sebagai pemberi suap yakni, Billy Sindoro, Taryadi, Fitra Djaja Purnama, dan Henry Jasmen telah disidang terlebih dahulu di Pengadilan Tipikor Bandung. Mereka telah didakwa dan masih menjalani proses persidangan.

Diduga, Neneng Hasanah dan kroni-kroninya menerima hadiah atau janji dari pengusaha terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta. Adapun, izin yang dimuluskan terkait proyek seluas 774 hektare yang dibagi dalam tiga tahapan.

Pemberian dalam perkara ini diduga sebagai bagian dari komitmen fee fase proyek pertama an bukan pemberian yang pertama dari total komitmen Rp13 miliar melalui sejumlah dinas.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini