"Ada sumber mata air yang dependable flow aman sepanjang tahun, tapi letaknya jauh di bawah lahannya. Namun berkat banpem irigasi perpompaan ini kami yakin tidak lagi mengalami kekurangan air dan yakin akan tumbuh dengan baik," ujar Sugiono.
Sementara ini, untuk mengatur dan mengelola irigai pompa, mereka bersepakat membayar iuran Rp 10.000 per anggota. Uang iuran untuk biaya operasi dan pemeliharaannya.
Di tempat berbeda, Poktan Marsudi Tani di Dusun Blimbing, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, memanfaatkan bantuan pemerintah irigasi perpompaan ini untuk mengambil air dari sumber air Goa Gremeng.
Pompa yang digunakan pompa submersible, generator 3000 watt, bak tampung air, dan pipa sepanjang 1 km untuk mengairi tanaman Kakao seluas 25 hektare. Mereka yakin akan berhasil bertanam kakao karena air tersedia sepanjang tahun.
"Rencana kedepan kami akan membuat pengembangan desa pariwisata dengan mengolah, memproduksi, memasarkan serta wisata Kakao," ungkap Ketua Poktan Marsudi Tani, Sulaiman.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.