Kemenaker Beberkan Tiga Cara Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia

Abu Sahma Pane, Okezone · Senin 04 Maret 2019 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 04 1 2025630 kemenaker-beberkan-tiga-cara-tingkatkan-kualitas-sdm-indonesia-drPwcHxl1z.jpg Foto: dok.Humas Kemenaker

JAKARTA - Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Wisnu Pramono mengatakan, revolusi industri 4.0 tidak ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tapi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi.

Menurutnya ada tiga cara untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia agar berkualitas dan berdaya saing. Antara lain melalui jalur pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karier.

"Peningkatan kualitas tenaga kerja dapat dilakukan melalui tiga jalur utama. Pertama melalui jalur pendidikan, kedua melalui jalur pelatihan kerja, dan ketiga melalui jalur pengembangan karier di tempat kerja," kata Wisnu dalam keterangannya, Kamis (28/2/2019).

Dalam acara seminar tentang “Pekerjaan Masa Depan: Dampaknya Bagi Kaum Muda dan K3” yang digelar di Jakarta itu, Wisnu mengatakan jalur pendidikan fokusnya membangun pondasi yang kokoh untuk pengembangan kualitas tenaga kerja. Oleh karena itu, walaupun secara umum misinya mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi secara khusus juga dapat membangun kerangka dasar kompetensi.

"Jika jalur pendidikan fokusnya membangun pondasi kompetensi dasar tenaga kerja, maka jalur pelatihan kerja berfokus pada pembangunan dan pengembangan pilar-pilar kompetensi kerjanya yang nantinya akan dimantapkan di tempat kerja melalui pengembangan karier dan profesionalisme tenaga kerja," ungkapnya.

Dengan demikian, pendidikan, pelatihan kerja, dan pengembangan karier di tempat kerja merupakan suatu estafet proses pengembangan kualitas sumber daya manusia dan tenaga kerja.

Sementara itu, Direktur International Labour Organization (ILO) Jakarta, Michiko Miyamoto, menuturkan revolusi industri 4.0 tidak hanya menghilangkan pekerjaan lama dan menciptakan pekerjaan baru, tapi juga mengubah mekanisme sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini