Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Olahan Cabai Grobongan, Upaya Antisipasi Jatuhnya Harga dan Ternyata Diminati Pasar Ekspor

Risna Nur Rahayu , Jurnalis-Selasa, 05 Maret 2019 |09:08 WIB
Olahan Cabai Grobongan, Upaya Antisipasi Jatuhnya Harga dan Ternyata Diminati Pasar Ekspor
Foto: Humas Kementan
A
A
A

GROBOGAN - Kelompok Tani Sido Makmur di Desa Pilang Payung, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah terus melakukan pengembangan olahan cabai sebagai salah satu upaya mengantisipasi jatuhnya harga.

"Salah satunya adalah dengan membuat sambal bledek yang dikemas dalam botol-botol rapih serta menarik. Artinya di mana ada kemauan pasti selalu ada jalan. Hambatan dan rintangan jika diiringi keyakinan akan berbuah kesuksesan," ujar Ketua Poktan Sido Makmur, Ninik Maryani, Senin 4 Maret 2019.

Ninik mengaku optimis dengan perkembangan usaha sambal. Sebab produk olahan ini semakin hari semakin berkembang dan mudah diterima oleh masyarakat luas sebagai alternatif konsumsi saat harga cabai mahal.

"Sambal kemasan ini juga mudah dibawa, tahan lama, dengan bermacam variasi rasa. Saat ini penjualan sambal bledek per bulan baru mencapai 1000-1300 botol dengan omzet berkisar Rp 21-25 juta," kata Ninik.

Sekedar diketahui, cabai adalah jenis tanaman yang memiliki kandungan air 70-90 persen. Kondisi ini sangat rentan dan mengakibatkan cepat membusuk. Di sisi lain, permintaan cabai cenderung datar yang mengakibatkan harga di pasaran tidak stabil. Apalagi jika posisi pasokan berlebih.

Mengenai hal ini, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Yasid Taufik, mengatakan pengelolaan cabai harus didukung secara penuh karena salah satu solusi dalam mengantisipasi fluktuasi harga.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement